Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh 220351100064 pada 2026-01-13 12:01:42  •  186 klik

ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA BIOAKTIF ALOR (Suaeda maritima)
Analysis of Bioactive Compounds in Alor (Suaeda maritima)

disusun oleh AYU WANDIRAH HAIRANI RACHMAHWATI


Subyek: TANAMAN HALOFIT - KANDUNGAN GIZI - BIOKIMIA TANAMAN
Kata Kunci: Suaeda maritima
senyawa bioaktif
ketahanan pangan
mineral
antioksidan

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman alor (Suaeda maritima) merupakan tanaman halofit yang mampu tumbuh secara alami di wilayah pesisir dan lahan basah asin, khususnya pada ekosistem mangrove, serta telah lama dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran. Tanaman ini memiliki potensi dalam mendukung ketahanan pangan lokal, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai kandungan senyawa bioaktif dan nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kadar air, kadar serat, fitokimia, aktivitas antioksidan, β-karoten, vitamin C, serta mineral (kalium, kalsium dan fosfor) pada alor segar dan alor kering. Penelitian dilakukan pada November 2023 sampai September 2025. Sampel alor diambil dari di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Jurusan Kelautan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura dan Laboratorium Terpadu Universitas Brawijaya. Perlakuan pengeringan dilakukan pada suhu 50°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air alor segar berkisar antara 88,42%–88,95%, sedangkan pada alor kering berkisar antara 10,35%–15,70%. Kadar serat alor segar berada pada kisaran 3,69%–4,53%, dan meningkat pada alor kering menjadi 12,35%–13,75%. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa alor segar mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid, sedangkan alor kering mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antioksidan alor segar memiliki nilai IC₅₀ sebesar 635,50 mg/l, sedangkan alor kering menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 176,96 mg/l. Kandungan β-karoten pada alor segar rata-rata sebesar 93 µg/g sampel dan meningkat pada alor kering menjadi 174,8 µg/g sampel. Kandungan vitamin C alor segar memiliki rata-rata sebesar 0,97%, sedangkan alor kering sebesar 2,94%. Kandungan mineral menunjukkan bahwa kadar kalium pada alor segar sebesar 5,23% dan meningkat menjadi 16,321% pada alor kering. Kadar kalsium alor segar sebesar 0,060% dan alor kering sebesar 0,629%, sedangkan kadar fosfor alor segar sebesar 0,002% dan meningkat menjadi 0,151% pada alor kering


Deskripsi Lain

Alor (Suaeda maritima) is a halophytic plant that naturally grows in coastal areas and saline wetlands, particularly in mangrove ecosystems, and is commonly consumed by local communities a vegetable. This plant has considerable potential to support local food security; therefore, further research on its bioactive compounds and nutritional value is required. This study aimed to analyze the proximate composition, phytochemical content, antioxidant activity, β-carotene, vitamin C, and mineral content of fresh and dried S. maritima. The study was conducted from November 2023 to September 2025. Samples were collected from Tajungan Village, Kamal District, Bangkalan Regency. Laboratory analyses were carried out at the Laboratory of the Department of Marine and Fisheries, Faculty of Agriculture, Trunojoyo University Madura, and the Integrated Laboratory of Universitas Brawijaya. Drying treatment was performed at 50°C for 24 hours. The results showed that the moisture content of fresh S. maritima ranged from 88.42% to 88.95%, while dried samples ranged from 10.35% to 15.70%. Crude fiber content in fresh samples ranged from 3.69% to 4.53% and increased to 12.35%–13.75% after drying. Phytochemical analysis revealed that fresh S. maritima contained alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids, whereas dried samples contained alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The antioxidant activity of fresh samples showed an IC₅₀ value of 635.50 mg/l, while dried samples exhibited stronger antioxidant activity with an IC₅₀ value of 176.96 mg/l. The average β-carotene content of fresh S. maritima was 93 µg/g, increasing to 174.8 µg/g in dried samples. Vitamin C content averaged 0.97% in fresh samples and increased to 2.94% in dried samples. Mineral analysis showed that potassium content in fresh samples was 5.23% and increased to 16.321% in dried samples. Calcium content increased from 0.060% in fresh samples to 0.629% in dried samples, while phosphorus content increased from 0.002% to 0.151%, respectively.

Kontributor: Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, M.Sc.
Tanggal tercipta: 2026-01-12
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656
No Koleksi: 220351100064
No Klasifikasi: 583.91 AYU a


Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Abstract.pdf - 118 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Cover.pdf - 1488 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Chapter1.pdf - 127 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Chapter2.pdf - 460 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Chapter3.pdf - 513 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Chapter4.pdf - 254 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Conclusion.pdf - 124 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-References.pdf - 197 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38656-Appendices.pdf - 706 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar