Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Master Thesis S-2 » S2 Akuntansi
di-posting oleh pada 2026-02-27 10:02:09  •  120 klik

RANCANGAN PENGUATAN SISTEM AKUNTABILITAS DALAM MEMBANGUN PENCEGAHAN FRAUD PADA BADAN USAHA MILIK DESA L
STRENGTHENING DRAFT FOR ACCOUNTABILITY SYSTEMS IN BUILDING FRAUD PREVENTION IN VILLAGE-OWNED ENTERPRISES

disusun oleh MIFTAHUL FAJAR MAULANA


Subyek: Kabupaten
sumenep
Kata Kunci: Akuntabilitas
BUMDes
Pencegahan Fraud
Fraud Triangle Theory

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pencegahan fraud melalui penguatan akuntabilitas pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa L, permasalahan utama yang diidentifikasi adalah lemahnya sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana BUMDes, yang membuka peluang terjadinya kecurangan (fraud) serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga desa. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Desa, Ketua dan Bendahara BUMDes, tokoh masyarakat, serta mahasiswa pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan BUMDes masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, praktik pencatatan manual, dan media transparansi yang belum optimal. Analisis menggunakan Fraud Triangle Theory mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab potensi fraud, yaitu: (1) tekanan (pressure) untuk meningkatkan pendapatan desa, (2) kesempatan (opportunity) akibat sistem pencatatan manual dan pengawasan yang lemah, serta (3) rasionalisasi (rationalization) karena keterbatasan SDM yang sering merangkap tugas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merumuskan rancangan enam pilar strategi pencegahan fraud yang terdiri dari: (1) kebijakan anti-fraud berbasis regulasi desa, (2) pengendalian internal berbasis digitalisasi keuangan, (3) rekrutmen berbasis kompetensi dan pelatihan SDM, (4) pelibatan masyarakat dan mahasiswa sebagai kontrol sosial, (5) penerapan sistem whistleblowing melalui platform digital, serta (6) budaya akuntabilitas melalui publikasi laporan keuangan secara terbuka di ruang publik dan media sosial desa. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan fraud pada BUMDes tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi juga pada implementasi prinsip good governance yang menekankan transparansi, partisipasi, dan integritas, dengan penguatan sistem akuntabilitas yang berkelanjutan, BUMDes Desa L dapat menjadi model tata kelola desa yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Deskripsi Lain

This study aims to design a fraud prevention system by strengthening accountability in Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Village L. The main problem identified is the weak oversight and transparency system in BUMDes fund management, which opens up opportunities for fraud and reduces public trust in village institutions. The approach used is qualitative research with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with the Village Head, BUMDes Chair and Treasurer, community leaders, and student observers. The results of the study indicate that accountability in BUMDes financial management still faces obstacles in the form of limited human resources, manual recording practices, and suboptimal transparency media. Analysis using the Fraud Triangle Theory identified three main factors causing potential fraud, namely: (1) pressure to increase village income, (2) opportunity due to manual recording systems and weak supervision, and (3) rationalization due to limited human resources who often have multiple tasks. To overcome these problems, this study formulated a six-pillar fraud prevention strategy consisting of: (1) anti-fraud policies based on village regulations, (2) internal control based on financial digitalization, (3) competency-based recruitment and human resource training, (4) community and student involvement social control, (5) implementation of a whistleblowing system through digital platforms, and (6) a culture of accountability through the publication of financial reports openly in public spaces and village social media. This finding confirms that fraud prevention in BUMDes does not only depend on formal policies, but also on the implementation of good governance principles that emphasize transparency, participation, and integrity. By strengthening the sustainable accountability system, BUMDes Village L can become a model of village governance that is accountable, transparent, and oriented towards community welfare.

Kontributor: Dr. Nurul Herawati, SE., M.Si Dr. Robiatul Auliyah, S.E., MSA.
Tanggal tercipta: 2026-01-26
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Thesis-39278
No Koleksi: 230251100009


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Abstract.pdf - 254 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Chapter1.pdf - 341 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Chapter2.pdf - 348 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Chapter3.pdf - 294 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Chapter5.pdf - 255 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Thesis-39278-References.pdf - 309 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Appendices.pdf - 515 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Thesis-39278-Cover.pdf - 811 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar