Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2026-06-25 16:09:20 • 176 klik
EVALUASI KESESUAIAN KADAR AIR TEPUNG TERIGU SEGITIGA BIRU TERHADAP STANDAR MUTU SNI 3751:2018 DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
disusun oleh Wulan Isdianti
| Subyek: | FLOUR QUALITY CONTROL |
| Kata Kunci: | Tepung Terigu Kadar Air SNI 3751:2018 Bogasari Near Infrared (NIR) |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian kadar air produk tepung terigu Segitiga Biru yang diproduksi di Unit Mill E PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills Surabaya terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) 3751:2018. Parameter kadar air memegang peranan krusial dalam industri pangan karena berdampak langsung pada stabilitas penyimpanan, higienitas, mutu fisik, serta ketahanan produk dari kontaminasi mikroorganisme berbahaya seperti kapang dan bakteri. Pengujian kadar air dalam kajian ini dilakukan menggunakan metode modern fisis yaitu Near Infrared (NIR) spectroscopy, yang memberikan hasil analisis secara cepat, akurat, dan bersifat non-destruktif bagi sampel. Data primer yang digunakan di dalam evaluasi ini mencakup 30 sampel data hasil pengujian kadar air harian yang diambil secara berkala pada periode 9 Februari hingga 12 Februari 2026. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kuantitatif, nilai rata-rata kadar air harian tepung terigu Segitiga Biru berturut-turut adalah 14,16% pada 9 Februari, 14,14% pada 10 Februari, 14,20% pada 11 Februari, dan 14,13% pada 12 Februari 2026. Rata-rata keseluruhan kadar air selama periode pengamatan berada pada angka ±14,15%. Fluktuasi nilai yang terjadi di lapangan tergolong sangat kecil dan secara konsisten berada di dalam batas parameter internal yang ditetapkan oleh pihak perusahaan, yaitu berkisar antara 14,00% hingga 14,20%. Hasil evaluasi menunjukkan secara tegas bahwa seluruh sampel tepung terigu Segitiga Biru dari Unit Mill E telah memenuhi regulasi mutu yang diwajibkan oleh pemerintah melalui SNI 3751:2018, yang menetapkan ambang batas maksimum kadar air sebesar 14,5%. Penerapan batas kendali internal operasional yang lebih ketat dibandingkan regulasi nasional bertindak sebagai safety margin yang efektif untuk mereduksi risiko kerusakan pangan selama alur distribusi jarak jauh maupun penyimpanan jangka panjang di gudang konsumen. Faktor utama penentu stabilitas kelembaban ini meliputi kontrol ketat pada tahapan dampening dan conditioning bahan baku biji gandum, serta manajemen higroskopisitas ruang penyimpanan produk jadi.
Deskripsi Lain
This Field Work Practice (PKL) aims to evaluate the compliance of moisture content in Segitiga Biru wheat flour produced at Mill E Unit of PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills Surabaya against the Indonesian National Standard (SNI) 3751:2018. The moisture content parameter holds a crucial role in the food industry it directly impacts storage stability, food safety, physical quality, and product resistance to hazardous microorganism contamination such mold and bacteria. The moisture content testing in this study was conducted using a modern physical method, namely Near Infrared (NIR) spectroscopy, which delivers fast, accurate, and non-destructive sample analysis. The primary data utilized in this evaluation comprises 30 daily moisture content test samples collected systematically from February 9 to February 12, 2026. Based on the quantitative descriptive analysis, the daily average moisture values for Segitiga Biru wheat flour were recorded at 14.16% on February 9, 14.14% on February 10, 14.20% on February 11, and 14.13% on February 12, 2026. The overall mean moisture content throughout the observation period stood at ±14.15%. The fluctuations observed in the production line were minimal and consistently remained within the internal safety parameters established by the company, which range tightly between 14.00% and 14.20%. The evaluation results explicitly demonstrate that all wheat flour samples from Mill E Unit successfully complied with the national quality regulations enforced through SNI 3751:2018, which mandates a maximum moisture threshold of 14.5%. The implementation of internal operational controls that are more stringent than national regulations serves an effective safety margin to lower the risk of product degradation during long-distance distribution chains and extended storage periods in consumer warehouses. The primary driving factors for maintaining this moisture stability include rigorous control during the dampening and conditioning phases of the raw wheat grains, alongside careful management of hygroscopic variables within the finished product storage environment.
| Kontributor | : Dr. Darimiyya Hidayati, S.TP., M.P. |
| Tanggal tercipta | : 2026-06-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210331100114 |
| No Koleksi | : 210331100114 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-40150-210331100114-LAPORAN PKL.pdf - 2694 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Peran Stakeholder Dalam Halal Supply Chain Produk Petis Dan Terasi (Studi Kasus Kecamatan Klampis)
- Implementasi Maqashid Syariah terhadap Olahan Produk Halal Bebek Sinjay dalam Perspektif Ulama Pesantren Bangkalan Madura
- PERBANDINGAN KADAR AIR (MOISTURE) GANDUM DAN TEPUNG TEPUNG TERIGU CAP SEGITIGA BIRU (SB) ANTARA MILL E DAN MILL F DI PT BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
Kembali ke Daftar 