Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2026-06-26 16:17:32 • 153 klik
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PRODUK GULA KRISTAL PUTIH (GKP) PT. MADUBARU BANTUL YOGYAKARTA (LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG
disusun oleh Anisa Kholistiyani
| Subyek: | SUGAR INDUSTRY -- MANAGEMENT SUPPLY CHAIN MANAGEMENT |
| Kata Kunci: | Gula Kristal Putih Rantai Pasok PT. Madubaru Petani Tebu Manajemen Distribusi |
[ Anotasi Abstrak ]
Gula merupakan komoditas pangan pokok di Indonesia dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. PT. Madubaru yang menaungi Pabrik Gula (PG) Madukismo di Bantul, Yogyakarta, memegang peranan strategis dalam menyuplai kebutuhan gula regional. Kelancaran proses bisnis agroindustri ini sangat bergantung pada keterkaitan yang efektif antar-aktor di sepanjang rantai nilai. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum operasional PT. Madubaru serta menganalisis penerapan Supply Chain Management (SCM) pada produk Gula Kristal Putih (GKP). Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan staf dan pembimbing lapangan, serta dokumentasi arsip perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan SCM di PG Madukismo terbagi menjadi tiga komponen utama, yaitu rantai pasok hulu (upstream), internal, dan hilir (downstream). Pada sisi hulu, pengadaan bahan baku tebu melibatkan tiga kategori pemasok utama, yaitu Tebu Rakyat Mandiri (TRM) dengan sistem bagi hasil lelang 66:34, Tebu Kemitraan (KMT) di atas lahan sewa, dan Tebu Luar Daerah (TLD) untuk memenuhi kekurangan kapasitas giling. Aliran material masuk diatur ketat menggunakan sistem First In First Out (FIFO) serta penilaian mutu tebu berbasis rafraksi. Pada rantai internal, proses pengolahan GKP melalui tujuh stasiun utama, mulai dari emplasmen, pemerahan, pemurnian menggunakan bahan pendukung seperti belerang dan asam posfat, penguapan, kristalisasi, pemutaran, hingga penyelesaian. Pada sisi hilir, distribusi produk jadi diklasifikasikan menjadi gula petani, gula PT. Madubaru, dan gula retail kemasan 1 kg yang didistribusikan melalui Pre-Order (PO) menggunakan moda transportasi darat. Aliran finansial dan informasi dikelola secara terpusat untuk menjaga profitabilitas pemegang saham. Perusahaan juga telah menerapkan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan by-product berupa ampas tebu untuk bahan bakar boiler dan tetes tebu (molasses) untuk bahan baku Pabrik Spiritus. Secara keseluruhan, integrasi manajemen rantai pasok di PT. Madubaru berjalan dengan sangat terstruktur.
Deskripsi Lain
Sugar is a vital food commodity in Indonesia, with a continuously increasing demand driven by population growth. PT. Madubaru, which operates the Madukismo Sugar Factory in Bantul, Yogyakarta, plays a strategic role in meeting regional sugar demands. The business continuity of this agroindustry relies heavily on effective coordination among actors across the value chain. This Field Work Report (PKL) aims to evaluate the general operations of PT. Madubaru and analyze the implementation of Supply Chain Management (SCM) for White Crystal Sugar (GKP) products. Data collection methods involved direct field observations, structured interviews with company personnel, and comprehensive documentation of company archives. The analysis reveals that SCM implementation at Madukismo Sugar Factory is divided into three core structures: upstream, internal, and downstream supply chains. In the upstream sector, sugar cane sourcing involves three categories: Tebu Rakyat Mandiri (TRM), operated via a 66:34 auction profit-sharing system with local farmers; Tebu Kemitraan (KMT), managed on leased lands; and Tebu Luar Daerah (TLD) to supply deficit grinding demands. Incoming material movement is strictly monitored using the First In First Out (FIFO) mechanism combined with quality evaluation based on visual checks and refractometer brix levels. Internally, the manufacturing of GKP spans seven operational stations: weighbridge yard, milling, purification using supportive chemicals sulfur and phosphoric acid, evaporation, crystallization, centrifugation, and final packaging. In the downstream network, finished products are classified into farmers sugar, corporate sugar, and 1 kg retail packs, distributed through a Pre-Order (PO) system via land transportation logistics. Financial and information flows are fully integrated to ensure accurate profitability records for stakeholders. Furthermore, sustainability strategies are implemented by recycling manufacturing by-products, utilizing sugarcane bagasse for boiler fuel and molasses primary input for the Spiritus Factory. Collectively, the integrated supply chain management framework at PT. Madubaru is well-structured and highly organized.
| Kontributor | : Dr. Askur Rahman, S.TP., M.P. |
| Tanggal tercipta | : 2026-06-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220331100006 |
| No Koleksi | : 220331100006 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-40256-220331100006_Laporan PKL.pdf - 1687 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- The effect of environment parameters on product recovery (European Journal of International 157, 2004)
- PENGARUH KEMITRAAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEBU DI PT. PG. CANDI BARU SIDOARJO
- PERANCANGAN DAN PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE WORLD CLASS MANUFACTURING : PILLAR LOGISTICS (STUDI KASUS PT. ROMI VIOLETA)
Kembali ke Daftar 