Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2026-06-29 08:50:13 • 95 klik
PERBANDINGAN TEKNIK GRAFTING TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PERBANYAKAN TANAMAN MANGGA GARIFTA MERAH (Mangifera indica) DI IP2MP CUKURGONDANG PASURUAN
disusun oleh Jamiatul Munawaroh
| Subyek: | GRAFTING MANGO |
| Kata Kunci: | Grafting Mangga Garifta Merah Sambung Baji Sambung Samping Perbanyakan Vegetatif |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan menerapkan teknik perbanyakan tanaman mangga secara vegetatif melalui metode grafting (sambung pucuk), serta menentukan teknik penyambungan dengan tingkat keberhasilan terbaik di Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Percobaan ini menggunakan tiga macam perlakuan teknik grafting, yaitu teknik Sambung Samping (G1), teknik Sambung Baji (G2), dan teknik Sambung Sambatan (G3). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, tinggi entres pasca grafting, jumlah pecah tunas, serta persentase keberhasilan pertautan hidup tanaman. Pengamatan dilakukan secara berkala setiap 5 hari sekali selama 20 hari masa percobaan. PDF + 3 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tunas baru mulai pecah dan muncul pada kisaran hari ke-15 hingga hari ke-20 setelah penyambungan. Berdasarkan perhitungan persentase keberhasilan hidup pada hari ke-20, teknik sambung samping (G1) dan teknik sambung baji (G2) menghasilkan persentase keberhasilan yang sama dan tergolong sedang, yaitu sebesar 55,55%. Sementara itu, teknik sambung sambatan (G3) menunjukkan tingkat keberhasilan yang paling rendah, yaitu hanya sebesar 33,33%. Rendahnya keberhasilan pada teknik sambung sambatan disebabkan oleh tingkat kesulitan yang lebih tinggi, karena membutuhkan ketelitian ekstra dalam menjaga keseimbangan pertautan antara batang bawah dan entres agar posisinya tidak bergeser. Selain faktor keterampilan teknis, faktor lingkungan eksternal seperti curah hujan dan angin kencang juga turut memengaruhi stabilitas sungkup penutup dan kelembapan makro di sekitar area sambungan, yang pada akhirnya memengaruhi keberhasilan kalus bertaut sempurna. Kesimpulannya, teknik sambung baji dan sambung samping lebih direkomendasikan untuk perbanyakan mangga Garifta Merah.
Deskripsi Lain
This Field Work Practice (PKL) aimed to identify, understand, and apply vegetative propagation techniques for mango plants through the grafting method, well to determine the grafting technique with the best success rate at the Installation for Testing and Application of Agricultural Modernization (IP2MP) Cukurgondang, Pasuruan, East Java. This experiment utilized three different grafting technique treatments: Side Grafting (G1), Wedge Grafting (G2), and Splice Grafting (G3). The parameters observed in this study included plant height, scion height post-grafting, number of bud breaks, and the overall success percentage of the plant union. Observations were conducted periodically every 5 days over a 20-day experimental period. PDF + 3 The results showed that new shoots began to break and appear between the 15th and 20th days after the grafting process. Based on the calculation of the success rate on the 20th day, both side grafting (G1) and wedge grafting (G2) yielded the exact same moderate success rate of 55.55%. On the other hand, the splice grafting technique (G3) showed the lowest success rate, reaching only 33.33%. The lower success in splice grafting was caused by a higher level of technical difficulty, it requires extra precision to maintain the alignment and balance between the rootstock and the scion so that the position does not shift. In addition to technical skills, external environmental factors such rainfall and strong winds also played a role in affecting the stability of the plastic cover and the macro-humidity around the area, which ultimately influenced the cambium to join perfectly. In conclusion, wedge grafting and side grafting techniques are more recommended for the propagation of Garifta Merah mango.
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan, S.P., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2026-06-25 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-230311100045 |
| No Koleksi | : 230311100045 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-40292-230311100045 Laporan PKL.pdf - 3837 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 