Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2026-07-01 08:39:08 • 100 klik
PENGARUH BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP TRANSPLANTING BIBIT BATANG BAWAH MANGGA MADU (Mangifera indica L. cv.) DI IP2MP CUKURGONDANG: PASURUAN
disusun oleh NUR HALISAH
| Subyek: | MANGOES PLANT MEDIA |
| Kata Kunci: | Media Tanam Transplanting Mangga Madu Batang Bawah IP2MP Cukurgondang |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa komposisi media tanam terhadap pertumbuhan vegetatif bibit batang bawah mangga madu (Mangifera indica L. cv.) setelah proses transplanting di Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan percobaan ini dilaksanakan selama satu bulan, terhitung mulai dari tanggal 2 Januari hingga 3 Februari 2026. Desain percobaan yang diaplikasikan dalam penelitian praktis ini menggunakan tiga variasi perlakuan media tanam yang berbeda, yaitu perlakuan P1 yang menggunakan kombinasi tanah dan pupuk kandang, perlakuan P2 yang menggunakan kombinasi tanah dan arang sekam, serta perlakuan P3 yang mengombinasikan komponen tanah, pupuk kandang, dan arang sekam. Setiap unit perlakuan diterapkan pada tiga tanaman contoh dan diulang sebanyak tiga kali perkalian, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 27 tanaman uji. Parameter pertumbuhan vegetatif yang diamati secara berkala meliputi tingkat kesegaran bibit, pertambahan tinggi tanaman, serta durasi hari pertama munculnya tunas baru. PDF + 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan P3 (tanah pupuk kandang arang sekam) memberikan performa terbaik pada parameter kesegaran tanaman dengan nilai rata-rata konsisten sebesar 2,7, serta mencatat pertumbuhan tinggi tanaman paling maksimal berkisar antara 58,1 cm hingga 58,6 cm pada akhir pengamatan. Kondisi ini didukung oleh peran pupuk kandang sapi yang efektif menyuplai unsur hara makro dan mikro esensial serta kemampuan arang sekam dalam memperbaiki porositas ruang aerasi media. Di sisi lain, perlakuan P2 (tanah arang sekam) memperlihatkan efisiensi terbaik pada parameter kemunculan tunas dengan memproduksi jumlah tunas terbanyak yaitu 3 tunas pada pengamatan 20 hari setelah tanam (HST). Hal ini dipicu oleh karakteristik arang sekam yang gembur dan berongga sehingga memudahkan drainase air dan mempercepat pemulihan akar dari stres transplanting. Sebaliknya, perlakuan P1 menunjukkan pertumbuhan yang kurang optimal karena media cenderung padat dan mudah jenuh air di bawah kondisi curah hujan tinggi. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa kombinasi media tanah, pupuk kandang, dan arang sekam sangat direkomendasikan untuk mengoptimalkan fase aklimatisasi pembibitan vegetatif tanaman mangga.
Deskripsi Lain
This Field Work Practice (PKL) aimed to determine the effect of various planting media compositions on the vegetative growth of honey mango (Mangifera indica L. cv.) rootstock seedlings after the transplanting process at the Installation for Testing and Application of Agricultural Modernization (IP2MP) Cukurgondang, Pasuruan, East Java. This experimental activity was carried out for one month, starting from January 2 to February 3, 2026. The experimental design applied in this practical study involved three planting media treatments: P1 treatment using a combination of soil and manure, P2 treatment utilizing a combination of soil and husk charcoal, and P3 treatment combining soil, manure, and husk charcoal components. Each treatment unit was applied to three sample plants and replicated three times, resulting in a total sample of 27 experimental plants. The vegetative growth parameters observed periodically included seedling freshness level, plant height increase, and the duration of days until the first emergence of new shoots. PDF + 4 The observation results indicated that the P3 treatment (soil manure husk charcoal) provided the best performance in the plant freshness parameter with a consistent average score of 2.7, and recorded the maximum plant height growth ranging from 58.1 cm to 58.6 cm at the final monitoring. This condition was highly supported by the role of cattle manure in effectively supplying essential macro and micro nutrients, alongside the ability of husk charcoal to improve the porosity of the medias aeration space. On the other hand, the P2 treatment (soil husk charcoal) demonstrated the highest efficiency in the shoot emergence parameter by producing the largest number of shoots, specifically 3 shoots at 20 days after planting (DAP). This was triggered by the loose and porous characteristics of husk charcoal, which facilitated water drainage and accelerated root recovery from transplanting stress. Conversely, the P1 treatment showed less than optimal growth because the media tended to compact and easily become waterlogged under high rainfall conditions. Overall, it is concluded that the combination of soil, manure, and husk charcoal media is highly recommended to optimize the acclimatization phase of mango vegetative propagation.
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan, S.P., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2026-06-26 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-230311100047 |
| No Koleksi | : 230311100047 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-40469-230311100047 LAPORAN PKL.pdf - 1008 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Peningkatan Produksi Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.)Melalui Pemangkasan Dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh
- EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
- TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN ANGGUR (Vitis Vinivera) SECARA GENERATIF DAN VEGETATIF DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN
- EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN SUMENEP (STUDI KASUS DI KECAMATAN GULUK-GULUK, KECAMATAN MANDING, KECAMATAN BATANG-BATANG, KECAMATAN GAPURA, KECAMATAN SARONGGI)
- PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS WEBSITE
Kembali ke Daftar 