Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2026-07-01 14:52:02 • 187 klik
PENGARUH PANJANG BATANG BAWAH TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN GRAFTING TANAMAN MANGGA GARIFTA ORANGE (MANGIFERA INDICA L) DI IP2MP CUKURGONDANG PASURUAN
disusun oleh NURUL
| Subyek: | MANGOES PLANT PROPAGATION |
| Kata Kunci: | Mangga Garifta Orange Batang Bawah Grafting Cukurgondang Agroekoteknologi |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang batang bawah terhadap tingkat keberhasilan sambungan grafting pada tanaman mangga Garifta Orange (Mangifera indica L.) di IP2MP Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Metode perbanyakan vegetatif buatan yang digunakan adalah teknik sambung pucuk (grafting) dengan mengombinasikan mangga Garifta Orange sebagai batang atas (scion) dan mangga varietas Madu sebagai batang bawah (rootstock). Percobaan menggunakan desain dengan tiga variasi perlakuan panjang batang bawah, yaitu 10 cm (P10), 15 cm (P15), dan 20 cm (P20), di mana masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali untuk memperoleh akurasi data yang optimal. Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan sambungan, waktu pecah tunas harian, tinggi batang atas, serta tinggi total tanaman keseluruhan. PDF + 3 Hasil pengamatan selama periode satu bulan menunjukkan bahwa variasi panjang batang bawah dalam rentang 10 hingga 20 cm tidak memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap persentase total keberhasilan hidup grafting. Seluruh perlakuan menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi, di mana perlakuan P10 dan P15 mencapai persentase keberhasilan sebesar 90%, sedangkan perlakuan P20 mencapai tingkat keberhasilan mutlak sebesar 100%. Meskipun persentase kelangsungan hidup relatif setara, analisis pada parameter pertumbuhan vegetatif menunjukkan bahwa batang bawah yang lebih panjang (20 cm) memberikan respons terbaik yang lebih konsisten dan stabil dalam merangsang kecepatan pecah tunas serta mendukung pertumbuhan tinggi tanaman secara keseluruhan. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan cadangan makanan, aktivitas hormon pertumbuhan, serta penyerapan air dan nutrisi yang lebih optimal dari sistem perakaran batang bawah yang lebih panjang. Secara umum, pelaksanaan teknik penyambungan di IP2MP Cukurgondang telah berjalan sesuai dengan prinsip teoritis perbanyakan tanaman hortikultura. (258 kata)
Deskripsi Lain
The Field Work Practice (PKL) aims to determine the effect of rootstock length on the success rate of grafting on Garifta Orange mango (Mangifera indica L.) at IP2MP Cukurgondang, Pasuruan, East Java. The artificial vegetative propagation method implemented was the top grafting technique, combining Garifta Orange mango the scion and Madu variety mango the rootstock. The experimental design involved three different rootstock length treatments: 10 cm (P10), 15 cm (P15), and 20 cm (P20), with each treatment repeated three times to ensure data accuracy. The observed parameters included the percentage of grafting success, daily bud-breaking time, scion height, and the overall total plant height. PDF + 3 The observation results over a one-month period indicated that variations in rootstock length ranging from 10 to 20 cm did not significantly affect the overall survival rate of the graft. All treatments demonstrated high success rates, where P10 and P15 reached a 90% success rate, while the P20 treatment achieved an absolute success rate of 100%. Although the survival percentages were relatively uniform, analysis of vegetative growth parameters revealed that the longer rootstock (20 cm) provided the most consistent and stable response in stimulating bud-break speed and supporting overall plant height growth. This performance is influenced by the availability of food reserves, growth hormone activity, and more optimal water and nutrient absorption from the longer rootstocks root system. In general, the execution of the grafting technique at IP2MP Cukurgondang is fully aligned with the theoretical principles of horticultural plant propagation. (250 words)
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan, S.P., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2026-06-26 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-230311100059 |
| No Koleksi | : 230311100059 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-40510-230311100059 Laporan PKL.pdf - 1444 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- BUDIDAYA TANAMAN MELON HIDROPONIK FERTIGASI MENGGUNAKAN SISTEM DRIP DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA, PASURUAN
- TEKNIK BUDIDAYA TOMAT BEEF SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA
- BUDIDAYA PAPRIKA (Capsicum annuum L.) SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA
- PANEN DAN PASCA PANEN BUAH TOMAT BEEF DI CV.WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA
- TEKNIK PENGENDALIAN OPT TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA, PASURUAN
Kembali ke Daftar 