Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2026-07-06 09:59:08 • 103 klik
TEKNIK BUDIDAYA DAN PENGELOLAAN ORGANIK BAYAM HORENSO (Spinacia oleracea L.) DI PO. SAYUR ORGANIK MERBABU PRAKTIK KERJA LAPANG
disusun oleh INTAN LAELANI
| Subyek: | ORGANIC FARMING SPINACH |
| Kata Kunci: | Bayam horenso Pertanian organik Praktik kerja lapang Pascapanen Budidaya tanaman |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang krusial untuk menjembatani teori akademis di perkuliahan dengan realitas industri di sektor pertanian. Laporan ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami secara komprehensif teknik budidaya dan pengelolaan pascapanen tanaman bayam horenso (Spinacia oleracea L.) secara organik di PO. Sayur Organik Merbabu, yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu, Kopeng, Jawa Tengah. Kegiatan PKL dilaksanakan mulai tanggal 02 Januari 2026 hingga 02 Februari 2026. Metode pelaksanaan meliputi keterlibatan langsung di lapangan, pengumpulan data primer melalui observasi pertumbuhan vegetatif, serta pengumpulan data sekunder dari literatur relevan. Tahapan budidaya organik yang diterapkan di lokasi magang meliputi persemaian menggunakan benih hibrida, pengolahan lahan dengan metode minimum tillage (olah tanah minimum), pemupukan dasar menggunakan kombinasi pupuk kandang kambing dan ayam serta penambahan agens hayati (Pseudomonas, Trichoderma, dan Beauveria bassiana), penanaman dengan sistem monokultur, hingga pemeliharaan intensif yang mencakup penyulaman, penyiraman, penyiangan gulma, dan pemberian Pupuk Organik Cair (POC). Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) difokuskan pada metode kultur teknis dan mekanis tanpa bahan kimia sintetis. Pemanenan dilakukan secara manual pada umur 35–40 hari setelah tanam ketika kualitas daun mencapai optimal. Penanganan pascapanen mencakup sortasi, grading, penimbangan dengan berat standar 250 gram per kemasan, pengemasan menggunakan plastik OPP, dan pelabelan sebelum distribusi. Hasil pengamatan parameter vegetatif selama tiga minggu setelah tanam (MST) menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang stabil dan konsisten. Rata-rata jumlah daun meningkat signifikan dari 8–9 helai pada 1 MST menjadi 19–22 helai pada 3 MST. Sementara itu, rata-rata tinggi tanaman mengalami pertambahan dari kisaran 11–12 cm pada 1 MST hingga mencapai 16–17 cm pada 3 MST. Pertumbuhan yang optimal ini membuktikan bahwa suplai unsur hara makro dan mikro dari dekomposisi bahan organik mampu memenuhi kebutuhan nutrisi fisiologis tanaman secara berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sistem budidaya yang diterapkan di PO. Sayur Organik Merbabu berhasil menghasilkan produk sayuran daun yang aman, berkualitas tinggi, dan ramah lingkungan.
Deskripsi Lain
Field Work Practice (PKL) is an experiential learning method crucial for bridging academic theories with industrial realities in the agricultural sector. This report aims to comprehensively examine and understand the cultivation techniques and post-harvest management of organic horenso spinach (Spinacia oleracea L.) at PO. Sayur Organik Merbabu, located on the slopes of Mount Merbabu, Kopeng, Central Java. The internship activities were conducted from January 2, 2026, to February 2, 2026. The methods employed included direct field participation, primary data collection through vegetative growth observations, and secondary data retrieval from relevant literature. The stages of organic cultivation implemented at the site include nursery management using hybrid seeds, land preparation through minimum tillage, basal fertilization using a combination of goat and poultry manure integrated with biological agents (Pseudomonas, Trichoderma, and Beauveria bassiana), monoculture planting, and intensive maintenance consisting of replanting, watering, weeding, and liquid organic fertilizer (POC) application. Pest and disease management focused strictly on cultural and mechanical methods without synthetic chemicals. Harvesting was performed manually at 35–40 days after transplanting when leaf quality reached its peak. Post-harvest handling involved sorting, grading, weighing with a standard weight of 250 grams per pack, packaging with OPP plastic, and labeling prior to market distribution. The observation results of vegetative parameters over three weeks after transplanting (MST) showed stable and consistent growth development. The average leaf number increased significantly from 8–9 leaves at 1 MST to 19–22 leaves at 3 MST. Meanwhile, the average plant height expanded from a range of 11–12 cm at 1 MST to 16–17 cm at 3 MST. This optimal growth indicates that the continuous supply of macro and micronutrients derived from organic matter decomposition successfully fulfilled the physiological needs of the plants. In conclusion, the organic farming system practiced at PO. Sayur Organik Merbabu successfully generates safe, high-quality, and environmentally sustainable leafy vegetable products.
| Kontributor | : Ir. Achmad Djunaedy, M.P. |
| Tanggal tercipta | : 2026-06-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-230311100020 |
| No Koleksi | : 230311100020 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-40662-230311100020-Laporan PKL.pdf - 3628 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Pengantar teknologi pertanian
- Pengantar ilmu pertanian
- Rancangan percobaan praktis bidang pertanian
- Pertanian di internet
- Pertanian masa depan : pengantar untuk pertanian berkelanjutan dengan input luar rendah
Kembali ke Daftar 