Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Sastra Inggris
di-posting oleh 220511100016 pada 2026-07-06 10:07:00  •  34 klik

INTERPERSONAL MEANING OF MOOD CHOICES IN ELIZABETH BANKS’ COMMENCEMENT SPEECH AT THE UNIVERSITY OF PENNSYLVANIA 2025
INTERPERSONAL MEANING OF MOOD CHOICES IN ELIZABETH BANKS’ COMMENCEMENT SPEECH AT THE UNIVERSITY OF PENNSYLVANIA 2025

disusun oleh ANGELIA PUTRI DWI PUSPITA SARI


Subyek: SFL
Commencement Speech
Kata Kunci: SFL
interpersonal meaning
mood
commencement speech

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini mengkaji realisasi makna interpersonal melalui pilihan mood dalam pidato wisuda Elizabeth Banks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis mood yang digunakan dan fungsinya dalam merealisasikan makna interpersonal dalam pidato wisuda Elizabeth Banks. Penelitian ini berfokus pada metafungsi interpersonal dalam kerangka Linguistik Fungsional Sistemik yang diusulkan oleh Halliday dan Matthiessen (2004), yang didukung oleh Thompson (2014).rn Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diambil dari transkrip pidato wisuda Elizabeth Banks yang diunggah di YouTube resmi Universitas Pennsylvania, yang menghasilkan 313 klausa; dari jumlah tersebut, 291 klausa dipilih sebagai unit analisis sedangkan 22 klausa minor hanya direkam dan tidak dianalisis secara mendalam karena tidak memiliki struktur mood yang terbatas dalam kerangka SFL. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dengan menonton, mentranskripsikan, mengkodekan, dan mengklasifikasikan klausa. Analisis dilakukan menggunakan Miles & Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, tampilan data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan.rn Hasil penelitian menunjukkan bahwa mood deklaratif adalah jenis yang paling dominan, dengan 260 klausa, diikuti oleh mood interogatif dengan 17 klausa dan mood imperatif dengan 14 klausa. Dominasi mood deklaratif menunjukkan bahwa pembicara cenderung menyampaikan pernyataan, berbagi informasi, dan mengungkapkan pengalaman serta pandangan pribadi kepada audiens. Mood imperatif mencerminkan upaya pembicara untuk memberikan arahan dan dorongan kepada para lulusan, sementara mood interogatif berfungsi untuk membangun keterlibatan dan interaksi retoris dengan audiens. Studi ini menyimpulkan bahwa pilihan mood dalam pidato Elizabeth Banks secara signifikan mewujudkan makna interpersonal, memposisikan pembicara sebagai pemberi informasi sekaligus motivator bagi audiensnya.


Deskripsi Lain

This study examines the realization of interpersonal meaning through the choice of mood in Elizabeth Banks’ commencement speech. The objective of this study is to identify the types of mood used and their functions in realizing interpersonal meaning in Elizabeth Banks’ commencement speech. This study focuses on the interpersonal metafunction within the framework of Systemic Functional Linguistics a proposed by Halliday and Matthiessen (2004), supported by Thompson (2014).rn This study employed a descriptive qualitative method. The data were taken from the transcript of Elizabeth Banks’ commencement speech uploaded on University of Pennsylvania official YouTube, that produced 313 clauses; of these, 291 clauses were selected the unit of analysis while 22 minor clauses were only recorded and not analyzed in depth because they did not have a finite mood structure in the SFL framework. The data were collected through document analysis by watching, transcribing, coding and classifying the clauses. The analysis was conducted using Miles & Huberman (1994) including data reduction, data display, and conclusion drawing/verification.rn The findings show that the declarative mood is the most dominant type, with 260 clauses, followed by the interrogative mood with 17 clauses and the imperative mood with 14 clauses. The dominance of the declarative mood indicates that the speaker tends to convey statements, share information, and express personal experiences and views to the audience. The imperative mood reflects the speaker’s effort to provide direction and encouragement to the graduates, while the interrogative mood functions to build engagement and rhetorical interaction with the audience. This study concludes that the choice of mood in Elizabeth Banks’ speech significantly realizes interpersonal meaning, positioning the speaker both an informant and a motivator for her audience.

Kontributor: Dr. Eka Susylowati, S.S., M.Hum
Tanggal tercipta: 2026-06-22
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708
No Koleksi: 220511100016


Sumber :
Universitas Trunodjoyo Madura

Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Abstract.pdf - 83 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Chapter1.pdf - 134 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Chapter2.pdf - 237 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Chapter3.pdf - 141 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Chapter4.pdf - 301 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Conclusion.pdf - 89 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-References.pdf - 175 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Appendices.pdf - 627 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40708-Cover.pdf - 1197 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar