Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Sastra Inggris
di-posting oleh 210511100091 pada 2026-07-08 02:07:00  •  57 klik

AN ANALYSIS OF FLOUTING MAXIMS IN “THE STRANGE CASE DR JEKYLL AND MR HYDE” NOVEL
AN ANALYSIS OF FLOUTING MAXIMS IN “THE STRANGE CASE DR JEKYLL AND MR HYDE” NOVEL

disusun oleh BIMA FATHULLOH RAMDHANU


Subyek: Flouting Maxims
Pragmatics
Rhetorical Strategies
Cooperative Principle
Kata Kunci: Flouting Maxims
Pragmatics
Rhetorical Strategies
Cooperative Principle

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran maksim percakapan Grice dan strategi retoris yang digunakan oleh karakter utama dalam novel “The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde” karya Robert Louis Stevenson. Menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis tekstual pada dialog para karakter. Temuan penelitian menunjukkan adanya total 60 kejadian pelanggaran maksim. Karakter dalam novel melanggar keempat maksim percakapan: Kuantitas, Kualitas, Relasi, dan Cara. Pelanggaran Maksim Kuantitas adalah yang paling dominan, menunjukkan kecenderungan yang kuat dari para karakter untuk menyembunyikan informasi penting demi melindungi reputasi atau memberikan informasi berlebihan untuk tujuan manipulasi. Selanjutnya, empat strategi retoris diidentifikasi berdasarkan kerangka teori Grundy: Metafora, Pernyataan Berlebihan (Overstatement), Pernyataan Merendahkan (Understatement), dan Ironi. Metafora dan Overstatement sering digunakan untuk menggambarkan kengerian yang sulit dijelaskan dan membesar-besarkan kepanikan, sementara Understatement digunakan untuk secara sengaja memberikan informasi yang kabur. Ironi berfungsi sebagai mekanisme pertahanan untuk melindungi rahasia identitas ganda para karakter. Tautologi dan Sarkasme tidak ditemukan sama sekali, hal ini mencerminkan latar masyarakat Victoria dalam novel yang lebih mengutamakan penyembunyian secara sopan daripada menyatakan fakta terang-terangan atau permusuhan terbuka. Kesimpulannya, para karakter secara konsisten menggunakan alat linguistik ini untuk menavigasi konflik psikologis dan menyembunyikan dualitas sifat manusia sambil tetap mempertahankan kesopanan sosial yang ketat.rnKeywords: Pelanggaran Maksim, Pragmatik, Strategi Retoris, Prinsip Kerja Sama.


Deskripsi Lain

This study examines the intersection of pragmatic linguistics and Victorian literature by investigating the flouting of Grice’s conversational maxims in Robert Louis Stevenson’s The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde. Through a qualitative textual analysis of character dialogues, the research identifies how linguistic non-cooperation serves a vehicle for narrative tension. The analysis uncovered 60 instances of maxim violations spanning the categories of Quantity, Quality, Relation, and Manner. The Flouting Maxim of Quantity emerged the most prevalent type, reflecting a pervasive atmospheric tendency among characters to either withhold sensitive information to safeguard social standing deploy excessive detail for manipulative ends. Furthermore, the research identifies four primary rhetorical strategies. Metaphor, Overstatement, Understatement, and Irony that facilitate these pragmatic shifts. Metaphor and Overstatement were predominantly utilized to articulate otherwise indescribable horrors and heightened states of panic, whereas Understatement functioned a tool for strategic vagueness. Irony was notably employed a psychological defense mechanism to mask the protagonists’ dual identities. The complete absence of Tautology and Sarcasm highlights the specific constraints of the Victorian setting, where the cultural premium on polite concealment outweighed the use of blatant facts overt hostility. Ultimately, this study demonstrates that these linguistic maneuvers are essential for the characters to navigate their internal moral conflicts while preserving the strict social decorum of their era.rnKeywords: Flouting Maxims, Pragmatics, Rhetorical Strategies, Cooperative Principle

Kontributor: Dr. Sriyono, S.S., M.Hum
Tanggal tercipta: 2026-06-30
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830
No Koleksi: 210511100091


Ketentuan (Rights) :
2026-06-30

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Abstract.pdf - 94 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Cover.pdf - 973 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Chapter1.pdf - 132 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Chapter2.pdf - 154 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Chapter3.pdf - 138 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Chapter4.pdf - 346 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Chapter5.pdf - 164 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Conclusion.pdf - 164 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-References.pdf - 153 KB
 File PDF  10. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40830-Appendices.pdf - 246 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar