Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Master Thesis S-2 » S2 PSDA
di-posting oleh pada 2026-07-08 02:07:24  •  126 klik

Kajian Strategi Pengelolaan Sampah Di Upt Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Studi Kasus Inovasi Myg+ (Mayangan Pengelolaan Sampah)
Kajian Strategi Pengelolaan Sampah Di Upt Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Studi Kasus Inovasi Myg+ (Mayangan Pengelolaan Sampah)

disusun oleh DODIT WALUYO


Subyek: Ekonomi Sirkular
Inovasi MYG+
Pengelolaan Sampah Holistik
UPT. PPP Mayangan
Kata Kunci: Ekonomi Sirkular
Inovasi MYG+
Pengelolaan Sampah Holistik
UPT. PPP Mayangan

[ Anotasi Abstrak ]

Lautan Indonesia sebagai jantung Segitiga Karang menghadapi ancaman serius dari tekanan antropogenik berupa pencemaran sampah plastik di daerah pesisir. Pelabuhan Perikanan Pesisir (PPP) Mayangan merupakan salah satu episentrum aliran sampah yang kompleks dari aktivitas darat dan laut. Sebagai solusi, inovasi MYG+, model pengelolaan sampah hulu holistik berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengurangan volume sampah di sekitar KPBU Mayangan setelah implementasi MYG+, mengkaji respons nelayan, dan mengevaluasi tingkat keberhasilan dan rekomendasi untuk perbaikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mixed-methods) melalui prinsip manajemen holistik. Data volume sampah dianalisis secara komparatif sebelum dan sesudah program, sedangkan respon dan tingkat keberhasilan nelayan dievaluasi melalui survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi MYG+ secara signifikan mengurangi volume sampah di wilayah pelabuhan melalui efisiensi pencegahan hulu dan pemilahan hilir yang ketat (pengomposan dan daur ulang). Pengurangan beban polusi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas air, pemulihan ekosistem (terumbu karang dan lamun), dan peningkatan populasi ikan. Secara sosial, program ini mendapat respon positif dan mendorong perubahan perilaku kurang limbah dari masyarakat nelayan. Studi ini menyimpulkan bahwa model MYG+ efektif sebagai praktik terbaik untuk pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta panduan bagi pembuat kebijakan untuk mereplikasi model serupa di pelabuhan perikanan lain di Indonesia.


Deskripsi Lain

Indonesia's oceans the heart of the Coral Triangle face a serious threat from anthropogenic pressure in the form of plastic waste pollution in coastal areas. The Mayangan Coastal Fisheries Port (PPP) is one of the epicenters of complex waste flows from land and sea activities. As a solution, MYG+ innovation, a community- based holistic upstream waste management model and circular economy is implemented. This study aims to analyze the reduction in the volume of waste around the Mayangan PPP after the implementation of MYG+, examine the response of fishermen, and evaluate the success rate and recommendations for improvement. The research method uses a qualitative and quantitative descriptive approach (mixed- methods) through the principle of holistic management. Waste volume data was analyzed comparatively before and after the program, while fishermen's response and success rate were evaluated through field surveys. The results show that MYG+ innovation significantly reduces the volume of waste in port areas through efficiency of prevention upstream and strict sorting downstream (composting and recycling). This reduction in pollution burden directly contributes to improving water quality, restoring ecosystems (coral reefs and seagrasses), and increasing fish populations. Socially, this program received a positive response and encouraged a change in less- waste behavior from the fishing community. This study concludes that the MYG+ model is effective a best practice for integrated coastal area management. The implications of this study provide an empirical contribution to the community-based waste management literature well a guide for policymakers to replicate similar models in other fishing ports in Indonesia.

Kontributor: Dr. Apri Arisandi, S.Pi., M.Si; Dr. Akhmad Farid, S.Pi, M.T.
Tanggal tercipta: 2026-06-30
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Thesis-40831
No Koleksi: 230361100011


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Abstract.pdf - 148 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Cover.pdf - 1279 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Chapter1.pdf - 190 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Chapter2.pdf - 305 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Chapter3.pdf - 215 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Chapter4.pdf - 305 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Chapter5.pdf - 287 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Conclusion.pdf - 190 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Thesis-40831-References.pdf - 189 KB
 File PDF  10. TRUNOJOYO-Thesis-40831-Appendices.pdf - 316 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar