Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 220311100020 pada 2026-07-22 01:07:52 • 41 klik
Potensi Ekstrak Daun Bintaro (Cerbera odollam), Daun Mimba (Azadirachata indica), Dan Campurannya Terhadap Serangan Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda).
Potential of Bintaro Leaf Extract (Cerbera odollam), Neem Leaf Extract (Azadirachata indica), and Their Mixture Against Armyworm (Spodoptera frugiperda)
disusun oleh DIKI MEGA NANDA
| Subyek: | Azadirachta indica botanical insecticide Cerbera odollam LC50 mortality Spodoptera frugiperda |
| Kata Kunci: | Azadirachta indica Cerbera odollam insektisida nabati LC₅₀ mortalitas Spodoptera frugiperda |
[ Anotasi Abstrak ]
Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif yang menjadi ancaman serius bagi produksi jagung di Indonesia. Pengendalian hama secara ramah lingkungan dapat dilakukan melalui pemanfaatan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam), daun mimba (Azadirachta indica), dan campuran keduanya dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi dan Lingkungan Tanaman, Universitas Trunojoyo Madura, pada bulan Desember 2025 hingga Februari 2026. Metode yang digunakan adalah metode celup pakan menggunakan pakcoy sebagai media pakan larva instar II, pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20% untuk masing-masing perlakuan serta campurannya, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi mortalitas larva, kesintasan, lethal concentration (LC₅₀ dan LC₉₀), lethal time (LT₅₀rndan LT₉₀), serta penghambatan makan. Hasil uji fitokimia membuktikan bahwa kedua ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak campuran daun bintaro dan mimba konsentrasi 20% menghasilkan mortalitas tertinggi sebesar 100%, diikuti ekstrak daun mimba 93% dan daun bintaro 80%. NilaiLC₅₀ ekstrak campuran (2,349%) lebih rendah dibandingkan ekstrak mimba (6,524%) dan bintaro (8,992%), yang menunjukkan toksisitas campuran lebih tinggi. NilaiLT₅₀ ekstrak campuran lebih singkat (5 hari) dibandingkan ekstrak tunggal (6 hari). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak campuran daun bintaro dan mimba lebih efektif daripada ekstrak tunggalrndalam mengendalikan Spodoptera frugiperda.
Deskripsi Lain
Fall armyworm (Spodoptera frugiperda) is an invasive pest that poses a serious threat to maize production in Indonesia. Environmentally friendly pest control can be achieved through the use of botanical pesticides. This study aimed to evaluate the effectiveness of Cerbera odollam (bintaro) leaf extract, Azadirachta indicarn(neem) leaf extract, and their combination in controlling Spodoptera frugiperdarnlarvae. The research was conducted at the Plant Protection and Environment Laboratory, Trunojoyo University of Madura, from December 2025 to February 2026. A bioassay method was employed using a food-dipping technique with pakchoi larval feed for second-instar larvae, at concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20% for each treatment and their combination, with three replications. Parameters observed included larval mortality, survival rate, lethal concentration (LC₅₀ and LC₉₀), lethal time (LT₅₀ and LT₉₀), and feeding inhibition. Phytochemical analysis confirmed that both extracts contained flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids. Results showed that the combined extract at 20% concentration produced the highest mortality of 100%, followed by neem extract at 93% and bintaro extract at 80%. The LC₅₀ value of the combined extract (2.349%) was lower than neem extract (6.524%) and bintaro extract (8.992%), indicating higher toxicity of the mixture. The LT₅₀ of the combined extract (5 days) was shorter than that of individual extracts (6 days). It can be concluded that the combined extract of bintaro and neem leaves is more effective than individual extracts in controlling Spodoptera frugiperda.
| Kontributor | : Ir. Achmad Djunaedy, M. P.;Prof. Dr. Ir. Hj. Siti Fatimah, M. Si |
| Tanggal tercipta | : 2026-07-02 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413 |
| No Koleksi | : 220311100020 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Abstract.pdf - 170 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Cover.pdf - 1070 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter1.pdf - 128 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter2.pdf - 189 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter3.pdf - 207 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter4.pdf - 384 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Conclusion.pdf - 85 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-References.pdf - 135 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Appendices.pdf - 1021 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...Tidak ada !
Kembali ke Daftar 