Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 220341100009 pada 2026-08-03 02:08:59 • 23 klik
Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) Pada Air, Sedimen, Serta Kerang (Anadara Granosa Dan Perna Viridis) Di Perairan Desa Sembilangan, Bangkalan
Bioaccumulation of Lead (Pb) in Water, Sediment, and Shellfish (Anadara granosa and Perna viridis) in the Waters of Sembilangan Village, Bangkalan
disusun oleh RATNA PUTRI MUSTHIKASARI
| Subyek: | Logam Berat Timbal (Pb) |
| Kata Kunci: | Logam Berat Pb kerang darah kerang hijau bioakumulasi BSAF BWAF MTI. |
[ Anotasi Abstrak ]
Perairan Desa Sembilangan, Kabupaten Bangkalan merupakan kawasan pesisir yang berpotensi tercemar logam berat timbal (Pb) akibat aktivitas pelayaran, pemukiman, dan galangan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi Pb pada kerang darah (Anadara granosa), kerang hijau (Perna viridis), air laut, dan sedimen, menentukan batas aman konsumsi kerang (Maximum Tolerable Intake/MTI), serta menganalisis bioakumulasi menggunakan Biota Sediment Accumulation Factor (BSAF) dan Biota Water Accumulation Factor (BWAF). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, pengambilan sampel secara purposive sampling, dan analisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi Pb pada kerang darah sebesar 0,293 ± 0,029 mg/kg, kerang hijau 0,265 ± 0,020 mg/kg, air laut 0,0023 ± 0,0006 mg/L, dan sedimen 4,962 ± 0,129 mg/kg, yang seluruhnya masih berada di bawah baku mutu. Nilai MTI kerang hijau sebesar 5,66 kg/minggu dan kerang darah 5,12 kg/minggu untuk orang dewasa berbobot 60 kg. Nilai BSAF pada kerang hijau dan kerang darah masing-masing sebesar 0,053 dan 0,059, sedangkan nilai BWAF sebesar 0,009 dan 0,008, yang menunjukkan kemampuan bioakumulasi Pb tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, kedua jenis kerang di Perairan Desa Sembilangan masih memenuhi baku mutu, aman dikonsumsi sesuai batas yang direkomendasikan, serta memiliki kemampuan bioakumulasi Pb yang rendah.
Deskripsi Lain
The coastal waters of Sembilangan Village, Bangkalan Regency, are potentially contaminated by lead (Pb) due to shipping, residential, and shipyard activities. This study aimed to analyze Pb concentrations in blood cockles (Anadara granosa), green mussels (Perna viridis), seawater, and sediments, determine the safe consumption using the Maximum Tolerable Intake (MTI), and evaluate Pb bioaccumulation using the Biota Sediment Accumulation Factor (BSAF) and Biota Water Accumulation Factor (BWAF). A quantitative method with a descriptive comparative approach was employed, using purposive sampling and analysis with an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that the average Pb concentrations were 0.293 ± 0.029 mg/kg in blood cockles, 0.265 ± 0.020 mg/kg in green mussels, 0.0023 ± 0.0006 mg/L in seawater, and 4.962 ± 0.129 mg/kg in sediments, all of which were below the applicable quality standards. The MTI values were 5.66 kg/week for green mussels and 5.12 kg/week for blood cockles for a 60-kg adult. The BSAF values were 0.053 and 0.059, while the BWAF values were 0.009 and 0.008 for green mussels and blood cockles, respectively, indicating low Pb bioaccumulation. These findings indicate that both shellfish species from the coastal waters of Sembilangan Village comply with the applicable quality standards, are safe for consumption within the recommended limits, and exhibit low Pb bioaccumulation potential.
| Kontributor | : Jihannuma Adibiah Nurdini, M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2026-07-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794 |
| No Koleksi | : 220341100009 |
Ketentuan (Rights) :
2026-07-23
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Abstract.pdf - 238 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Cover.pdf - 666 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter1.pdf - 220 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter2.pdf - 407 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter3.pdf - 641 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter4.pdf - 326 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Conclusion.pdf - 208 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-References.pdf - 299 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Appendices.pdf - 670 KB
Dokumen sejenis...- ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA KERANG KEPAH (Polymesoda erosa) DI PERAIRAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
- KARAKTERISTIK DAN PENGARUH ARUS TERHADAP AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN DI PERAIRAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP
- ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA PROSES PRODUKSI GARAM DI KELURAHAN SUMBEREJO KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA
- ANALISA KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN DESA TAJUNGAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
- ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA KERANG DARAH (Anadara granosa) SERTA BATAS KONSUMSI DARI KEC. SEPULU DAN KEC. KAMAL, KAB. BANGKALAN
Dokumen yang bertautan...Tidak ada !
Kembali ke Daftar 