Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ilmu Komunikasi
di-posting oleh 220531100171 pada 2026-08-03 07:08:11  •  37 klik

POLA KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN KEMBALI KEPERCAYAAN PASCA PERSELINGKUHAN (STUDI KOMPARASI PADA PASANGAN YANG SUDAH MENIKAH DAN BELUM MENIKAH)
COMMUNICATION PATTERNS IN REBUILDING TRUST AFTER INFIDELITY (A COMPARATIVE STUDY OF MARRIED AND UNMARRIED COUPLES)

disusun oleh NURUL FADHILAH


Subyek: Pola Komunikasi
Kepercayaan
Perselingkuhan
Studi Komparasi.
Kata Kunci: Pola Komunikasi
Kepercayaan
Perselingkuhan
Studi Komparasi.

[ Anotasi Abstrak ]

AbstrakrnrnNurul Fadhilah. 220531100171. Program Studi Ilmu Komunikasi. Pola Komunikasi Dalam Membangun Kembali Kepercayaan Pasca perselingkuhan (Studi Komparasi Pada Pasangan yang Sudah Menikah dan Belum Menikah). Dosen Pembimbing. Dr. Dewi Quraisyin, S.Pd.I, M.SirnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pola komunikasi dalam membangun kembali kepercayaan pasca perselingkuhan pada pasangan yang sudah menikah dan sebelum menikah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus komparatif, penelitian ini mengkaji pengalaman subjektif dari empat informan dengan kriteria: korban perselingkuhan sesudah menikah yang memilih tetap bersama, korban sesudah menikah yang memilih bercerai, pasangan belum menikah yang memilih tetap bersama, dan pasangan belum menikah yang memilih mengakhiri hubungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang berlokasi di sekitar Universitas Trunojoyo Madura serta lingkungan sosial peneliti.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasangan menikah yang memilih bertahan, proses pemulihan kepercayaan (trust repair) tidak diawali oleh komunikasi formal atau permintaan maaf verbal melainkan bertumpu pada konsistensi perilaku sehari-hari dan penataan ulang aturan keterbukaan berupa transparansi digital. Sebaliknya, pada pasangan menikah yang bercerai, kegagalan pemulihan disebabkan oleh komunikasi pra-konflik yang hambar serta respons destruktif pelaku yang bersikap defensif, manipulatif, melempar kesalahan (blame-shifting), hingga memicu aksi diam (silent treatment) berkepanjangan selama 5 sampai 6 bulan. Pada kelompok belum menikah (berpacaran) yang memilih bertahan dalam hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship), pemulihan berhasil dilakukan karena adanya inisiatif jujur dari pelaku untuk mengakui kesalahan yang diikuti oleh peningkatan kualitas pengungkapan diri (self-disclosure) serta pembuktian visual instan melalui teknologi digital (video call atau pengiriman foto). Sementara itu, pasangan belum menikah yang memilih berpisah memutuskan untuk memutus komunikasi secara total akibat pengkhianatan yang terjadi secara berulang dan adanya kebohongan manipulatif yang fatal (seperti living together dengan selingkuhan), di mana status belum menikah secara struktural mempermudah proses pengambilan keputusan karena lemahnya hambatan untuk keluar (barrier to exit). Secara komparatif, motivasi, hambatan struktur legal-sosial, sanksi gender patriarki, serta respons keterbukaan pelaku menjadi faktor determinan utama yang membedakan dinamika pola komunikasi kedua kelompok pasangan tersebut.rnKata Kunci: Pola Komunikasi, Kepercayaan, Perselingkuhan, Studi Komparasi.


Deskripsi Lain

AbstractrnrnNurul Fadhilah. 220531100171. Communication Studies Program. Communication Patterns in Rebuilding Trust After Infidelity (A Comparative Study of Married and Unmarried Couples). Dosen Pembimbing. Dr. Dewi Quraisyin, S.Pd.I, M.SirnThis study aims to analyze and compare communication patterns in rebuilding trust after infidelity in married and pre-married couples. Using a qualitative approach with a comparative case study, this study examines the subjective experiences of four informants with the following criteria: post-marital infidelity victims who choose to stay together, post-marital victims who choose to divorce, unmarried couples who choose to stay together, and unmarried couples who choose to end the relationship. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation located around Trunojoyo University Madura and the researcher's social environment.rnThe research results show that in married couples who choose to stay, the trust repair process does not begin with formal communication verbal apologies but rather relies on consistent daily behavior and restructuring openness rules through digital transparency. Conversely, in married couples who divorce, the failure of recovery is caused by bland pre-conflict communication and the perpetrator's destructive response of defensiveness, manipulation, blame-shifting, and prolonged silence for 5 to 6 months. In the unmarried (dating) group who choose to remain in a long-distance relationship, recovery is successful due to the perpetrator's honest initiative to admit mistakes, followed by increased self-disclosure and instant visual evidence through digital technology (video calls sending photos). Meanwhile, unmarried couples who choose to separate decide to cut off communication completely due to repeated betrayals and fatal manipulative lies (such living together with a lover), where the unmarried status structurally facilitates the decision-making process due to weak barriers to exit. Comparatively, motivation, legal-social structural obstacles, patriarchal gender sanctions, and the perpetrator's open response are the main determining factors that differentiate the dynamics of the communication patterns of the two groups of couples.rnKeywords: Communication Patterns, Trust, Infidelity, Comparative Study,

Kontributor: Dr. Dewi Quraisyin, S.Pd.I, M.Si
Tanggal tercipta: 2026-07-17
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798
No Koleksi: 220531100171


Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Abstract.pdf - 138 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Cover.pdf - 1791 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Chapter1.pdf - 191 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Chapter2.pdf - 283 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Chapter3.pdf - 176 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Chapter4.pdf - 327 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Chapter5.pdf - 441 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Conclusion.pdf - 140 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-References.pdf - 147 KB
 File PDF  10. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41798-Appendices.pdf - 341 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar