Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Sastra Inggris
di-posting oleh 220511100003 pada 2026-08-05 01:08:59  •  33 klik

AN ANALYSIS OF MAXIM VIOLATION FOUND IN SHARPER MOVIE
AN ANALYSIS OF MAXIM VIOLATION FOUND IN SHARPER MOVIE

disusun oleh RAFI AHMAD JANUAR


Subyek: Pragmatics
Cooperative Principle
maxim violation
non-linguistic context
Sharper movie.
Kata Kunci: Pragmatics
Cooperative Principle
maxim violation
non-linguistic context
Sharper movie.

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim yang terdapat dalam dialog film Sharper serta menjelaskan konteks non-linguistik yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran maksim tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Cooperative Principle yang dikemukakan oleh Grice (1989) untuk menganalisis pelanggaran terhadap empat maksim percakapan, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Selain itu, analisis konteks non-linguistik didasarkan pada teori Nunan (1993), yang meliputi communicative event, topik, tujuan, latar, partisipan, dan pengetahuan latar belakang (background knowledge. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari dialog yang diucapkan oleh empat tokoh utama dalam film Sharper, yaitu Tom, Max, Sandra, dan Madeline. Data berupa tuturan yang mengandung pelanggaran maksim. Data dikumpulkan melalui metode analisis content analysis dengan cara menonton film, mencocokkan dialog dengan naskah film, memilih tuturan yang relevan, melakukan pengodean, serta mengklasifikasikan data. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat jenis pelanggaran maksim ditemukan dalam film Sharper, yaitu pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, relevansi, dan cara. Di antara keempat jenis tersebut, pelanggaran maksim kualitas merupakan jenis yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa para tokoh dalam film sering menggunakan kebohongan, menyembunyikan informasi, dan memberikan pernyataan yang tidak benar sebagai strategi untuk memanipulasi lawan bicara. Analisis juga menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap pelanggaran maksim sangat dipengaruhi oleh konteks non-linguistik, terutama communicative event, partisipan, tujuan, dan background knowledge, sehingga maksud tersembunyi di balik tuturan dapat dipahami dengan lebih tepat. Temuan ini menunjukkan bahwa pelanggaran maksim dalam film Sharper berfungsi sebagai strategi pragmatik untuk mendukung praktik penipuan, manipulasi, dan relasi kekuasaan yang menjadi inti cerita.rnKeywords: Pragmatics, Cooperative Principle, maxim violation, non-linguistic context, Sharper movie.


Deskripsi Lain

The objectives of this study are to identify the types of maxim violations found in the dialogues of the Sharper movie and to explain the non-linguistic contexts that contribute to the occurrence of those maxim violations. This study applies Grice’s (1989) Cooperative Principle to analyze the violations of the four conversational maxims, namely quantity, quality, relation, and manner. In addition, the analysis of non-linguistic context is based on Nunan’s (1993) theory, which includes communicative event, topic, purpose, setting, participants, and background knowledge. This study employed a descriptive qualitative research design. The data were taken from the dialogues spoken by the four main characters in the Sharper movie, namely Tom, Max, Sandra, and Madeline. The data consisted of utterances containing maxim violations. The data were collected through content analysis by watching the movie, examining the movie script, selecting relevant utterances, coding, and classifying the data. The analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (2014), including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that all four types of maxim violations are found in the Sharper movie, namely violations of the maxims of quality, quantity, relation, and manner. Among these, the violation of the maxim of quality is the most dominant, indicating that the characters frequently employ deception, conceal information, and provide false statements to manipulate others. The analysis also shows that the interpretation of these violations depends heavily on the non-linguistic context, particularly the communicative event, participants, purpose, and background knowledge, which enable the hidden intentions behind the utterances to be understood. These findings demonstrate that maxim violations in Sharper function pragmatic strategies to support deception, manipulation, and power relations throughout the movie.rnKeywords: Pragmatics, Cooperative Principle, maxim violation, non-linguistic context, Sharper movie.

Kontributor: Afiifah Al Rosyiidah. S.S., M.Pd.
Tanggal tercipta: 2026-07-24
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Inggris
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826
No Koleksi: 220511100003


Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Abstract.pdf - 65 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Cover.pdf - 1384 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter1.pdf - 111 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter2.pdf - 130 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter3.pdf - 47 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter4.pdf - 274 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter5.pdf - 17 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Conclusion.pdf - 17 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-References.pdf - 70 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar