Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Akuntansi
di-posting oleh 220221100086 pada 2026-08-18 10:08:26  •  35 klik

Pemaknaan Pengelolaan Keuangan Pedagang Sayur Keliling
The Meaning of Financial Management Among Itinerant Vegetable Vendors

disusun oleh ILHAM IBADURROHMAN


Subyek: Pengelolaan keuangan
Fenomenologi Transendental
Pedagang Sayur Keliling
Kata Kunci: Pengelolaan keuangan
Fenomenologi Transendental
Pedagang Sayur Keliling

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengungkap pemaknaan pengalaman pedagang sayur keliling dalam menjalankan pengelolaan keuangannya. Pedagang sayur keliling merupakan salah satu bentuk usaha informal yang terus diminati dan sekaligus memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan pada saat ini. Di balik potensi tersebut sebagian besar pedagang sayur keliling masih menjalankan pengelolaan keuangan secara sederhana, yang meski tidak lepas dari permasalahan dan risiko yang dihadapi, mereka tetap mampu mempertahankan bahkan mengembangkan usahanya. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan fenomenologi transendental Edmund Husserl, dengan melibatkan Mak Seh sebagai informan utama serta beberapa informan pendukung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan noema, epoche(bracketing), noesis, intentional analysis, hingga eidetic reduction, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pedagang sayur keliling tercermin dalam enam aspek, yaitu pengelolaan modal, kulakan, penjualan, penetapan harga dan keuntungan, penabungan, serta pencampuran uang hasil jualan. Modal dimaknai sebagai sesuatu yang terus diputar tanpa bergantung pada pinjaman berbunga, kulakan disesuaikan dengan sisa dagangan yang masih ada, penjualan dijalankan dengan mengandalkan kepercayaan tanpa pencatatan hutang, harga ditetapkan dengan mengutamakan keikhlasan, sementara keuntungan dimaknai sebagai sisa kelebihan dari belanja yang kemudian ditabung, kebiasaan menabung dijalankan secara rutin di tabungan pasar, hingga uang dagang yang dicampur dengan kebutuhan rumah tangga. Keseluruhan temuan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dijalankan bukan secara kaku, melainkan melalui kesadaran, kebiasaan dan nilai-nilai yang telah melekat dalam keseharian subjek.


Deskripsi Lain

This study aims to understand and reveal the meaning of the experiences of traveling vegetable vendors in carrying out their financial management. Mobile vegetable vendors are one form of informal business that continues to be in demand and also has promising economic potential at this time. Behind this potential, most mobile vegetable vendors still carry out simple financial management, which although not free from various risks faced, they are still able to maintain and even develop their businesses. This study uses an interpretive paradigm with Edmund Husserl's transcendental phenomenology approach, involving Mak Seh the main informant and several supporting informants. Data were obtained through observation, unstructured interviews, and documentation, which were then analyzed through the stages of noema, epoche (bracketing), noesis, intentional analysis, and eidetic reduction, while the validity of the data was tested through source triangulation. The results show that the financial management of mobile vegetable vendors is reflected in six aspects, namely capital management, wholesale, sales, pricing and profit, savings, and mixing of sales proceeds. Capital is interpreted something that is continuously circulated without relying on interest-bearing loans, wholesale is adjusted to the remaining merchandise, sales are carried out by relying on trust without recording debt, prices are set by prioritizing sincerity, while profits are interpreted the remaining excess from shopping which is then saved, the habit of saving is carried out routinely in market savings, to trading money being mixed with household needs. All of these findings show that financial management is not carried out rigidly, but through awareness, habits and values that have been embedded in the subjects' daily lives.

Kontributor: Prof. Bambang Haryadi, S.E., M.Si., AK., CA.
Tanggal tercipta: 2026-08-04
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900
No Koleksi: 220221100086


Ketentuan (Rights) :
2026-08-04

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Abstract.pdf - 522 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Cover.pdf - 1237 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Chapter1.pdf - 473 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Chapter2.pdf - 550 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Chapter3.pdf - 522 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Chapter4.pdf - 860 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Conclusion.pdf - 454 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-References.pdf - 472 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41900-Appendices.pdf - 1528 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar