Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ilmu Hukum
di-posting oleh 220111100296 pada 2026-09-02 11:09:09  •  63 klik

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PIHAK YANG DIRUGIKAN DALAM PEMBATALAN AKTA IKRAR WAKAF AKIBAT KEALPAAN PEJABAT PEMBUAT AKTA IKRAR WAKAF (Studi Putusan Nomor 63/Pdt.G/2023/PTA.Bdg)
LEGAL PROTECTION FOR PARTIES INJURED IN THE CANCELLATION OF A WAKAF DEED OF PLEDGE DUE TO NEGLIGENCE OF THE OFFICIAL WHO MADE THE WAKAF DEED OF PLEDGE (Study of Decision Number 63/Pdt.G/2023/PTA.Bdg)

disusun oleh ERVINA DWI RAHAYU


Subyek: Perlindungan Hukum
Pembatalan Akta Ikrar Wakaf
Kata Kunci: Akta Ikrar Wakaf
Kealpaan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf
Pembatalan Wakaf
Perlindungan Hukum

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan pembatalan Akta IkrarrnWakaf akibat kealpaan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf yang menyatakan telahrnlupa terhadap prosedur pembuatan akta, sebagaimana yang terjadi dalam PutusanrnPengadilan Tinggi Agama Banding Nomor 63/Pdt.G/2023/PTA.Bdg. Penelitian inirnbertujuan untuk menganalisis apakah Akta Ikrar Wakaf dapat dibatalkan akibatrnkealpaan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf yang lupa terhadap prosedurrnpembuatan akta, serta mengkaji perlindungan hukum terhadap pihak yangrndirugikan akibat pembatalan Akta Ikrar Wakaf tersebut. Metode penelitian yangrndigunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundangundangan dan pendekatan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama,rnAkta Ikrar Wakaf tidak dapat dibatalkan akibat kealpaan PPAIW yang luparnterhadap prosedur pembuatan akta, karena pembatalan AIW memerlukan alat buktirnyang kuat dan pemeriksaan yang lebih seksama. Oleh karena itu Majelis hakimrntidak dapat menjadikan hal tersebut sebagai dasar dalam membatalkan AIW denganrnasumsi yang mendasarkan pada dalil Pembanding mengenai ketidakhadiran wakif.rnKemudian perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan mencakup perlindunganrnHukum Islam yaitu maqashid al-syariah yaitu hifz al-mal bahwa AIW padarndasarnya tidak dapat dibatalkan, perlindungan preventif tercermin melalui Pasalrn218 KHI dan Pasal 17 UU No. 41/2004, perlindungan represif berupa upayarnmediasi pasca putusan berupa pengajuan permohonan kasasi dan peninjauanrnkembali, kompensasi bangunan atau perubahan status menjadi Hak Guna Bangunanrnatau sewa-menyewa.


Deskripsi Lain

This research is motivated by the issue of the cancellation of a Waqf PledgernDeed (Akta Ikrar Wakaf AIW) due to the negligence of the Official Authorized tornDraw Up Waqf Pledge Deeds (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf PPAIW), whornclaimed to have forgotten the proper for preparing the deed, reflectedrnin the Decision of the Bandung Religious High Court No. 63/Pdt.G/2023/PTA.Bdg.rnThis study aims to analyze whether a Waqf Pledge Deed may be annulled due to thernnegligence of the PPAIW in failing to follow the prescribed drafting proceduresrnand to examine the legal protection available to parties who suffer losses a resultrnof such annulment. This research employs normative legal research using statutoryrnand analytical approaches. The findings indicate, first, that a Waqf Pledge Deedrncannot be annulled solely because the PPAIW forgot the deed-making procedure,rnas the annulment of an AIW requires strong evidence and a more thorough judicialrnexamination. Therefore, the panel of judges cannot rely on such negligence thernbasis for annulling the AIW based solely on the appellant's allegation regardingrnthe absence of the waqif. Furthermore, legal protection for the injured partiesrnincludes protection under Islamic law through the principle of maqāṣid al-sharīʿah,rnparticularly ḥifẓ al-māl (protection of property), which affirms that an AIW shouldrnnot, in principle, be annulled. Preventive legal protection is reflected in Article 218rnof the Compilation of Islamic Law and Article 17 of Law No. 41 of 2004 on Waqf,rnwhile repressive legal protection includes post-judgment mediation, filing anrnappeal in cassation and a petition for judicial review, providing compensation forrnbuildings, changing the property's legal status into a Right to Build (Hak GunarnBangunan) a lease agreement.

Kontributor: Indah Purbasari, S.H., LL.M.
Tanggal tercipta: 2026-07-29
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965
No Koleksi: 220111100296


Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Abstract.pdf - 237 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Cover.pdf - 1189 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Chapter1.pdf - 341 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Chapter2.pdf - 485 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Chapter3.pdf - 462 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Conclusion.pdf - 267 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-References.pdf - 243 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41965-Appendices.pdf - 533 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar