Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 220521100103 pada 2026-09-30 03:09:17 • 19 klik
Relasi Masyarakat Dengan Hutan Secara Spiritual Di Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro
The Spiritual Relationship Between The Community and The Forest in Temayang District Bojonegoro Regency
disusun oleh MILA NURSILAWATI
| Subyek: | Relasi Mayarakat Hutan Spiritual Konstruksi Sosial |
| Kata Kunci: | Relasi Mayarakat Hutan Spiritual Konstruksi Sosial |
[ Anotasi Abstrak ]
AbstrakrnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi masyarakat desa hutan dengan hutan sebagai pelindung secara spiritual. Hutan tidak hanya dimaknai sebagai sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis, tetapi juga dipandang sebagai ruang yang memiliki nilai-nilai spiritual, sakral, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat desa hutan, berbagai kepercayaan, tradisi, serta praktik budaya yang berkaitan dengan hutan membentuk hubungan yang khas antara manusia dan alam. Relasi tersebut terus dipertahankan melalui proses pewarisan nilai, ritual, dan pengalaman kolektif yang berlangsung secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang meliputi tokoh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat desa hutan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi masyarakat desa hutan dengan hutan sebagai pelindung secara spiritual dibentuk melalui proses konstruksi sosial yang berlangsung secara terus-menerus. Hutan dimaknai sebagai ruang yang memiliki kekuatan spiritual, tempat berlangsungnya tradisi budaya seperti manganan alas, serta simbol perlindungan bagi kehidupan masyarakat. Makna tersebut dikonstruksi melalui proses eksternalisasi berupa pelaksanaan tradisi, ritual, dan penyampaian nilai-nilai budaya; objektivasi melalui terbentuknya norma, kepercayaan, dan pengetahuan bersama mengenai kesakralan hutan; serta internalisasi ketika nilai-nilai tersebut diterima dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan hutan. Konstruksi tersebut membentuk perilaku masyarakat yang tidak hanya memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga menjaga kelestarian hutan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang diyakini bersama.rnKata kunci: relasi, masyarakat hutan, spiritual, konstruksi sosial,
Deskripsi Lain
ABSTRACTrnThis study aims to analyze the relationship between forest village communities and forests a form of spiritual protection. Forests are not only perceived natural resources with economic and ecological value but also spaces that possess spiritual and sacred significance and constitute an integral part of the social life of the community. Within forest village communities, various beliefs, traditions, and cultural practices related to forests shape a distinctive relationship between humans and nature. This relationship has been continuously maintained through the intergenerational transmission of values, rituals, and collective experiences.rnThis study employed a qualitative approach using a descriptive research design. The research was conducted in Temayang District, Bojonegoro Regency. Informants were selected through purposive sampling and consisted of representatives of the Forest Village Community Institution (Lembaga Masyarakat Desa Hutan/LMDH), religious leaders, village officials, and members of the forest village community. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the relationship between forest village communities and forests a form of spiritual protection is constructed through an ongoing process of social construction. Forests are perceived spaces possessing spiritual power, venues for cultural traditions such Manganan Alas, and symbols of protection for the community. This meaning is constructed through the process of externalization, reflected in the implementation of traditions, rituals, and the transmission of cultural values; objectivation, through the establishment of shared norms, beliefs, and collective knowledge regarding the sacredness of the forest; and internalization, in which these values are accepted and passed on to subsequent generations guidelines for interacting with the forest. This social construction shapes community behavior, leading people not only to utilize forests to fulfill their daily needs but also to preserve them an expression of respect for the shared spiritual values associated with the forest.rnKeywords: community relations, forest, spirituality, social construction,
| Kontributor | : BANGUN SENTOSA D.H, S.Sos., M.Si., Ph.D |
| Tanggal tercipta | : 2026-07-30 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057 |
| No Koleksi | : 220521100103 |
Sumber :
Universitas Trunojoyo Madura
Ketentuan (Rights) :
30 Juli 2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Abstract.pdf - 76 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Cover.pdf - 3894 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter1.pdf - 276 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter2.pdf - 250 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter3.pdf - 152 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter4.pdf - 579 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter5.pdf - 625 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Conclusion.pdf - 88 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-References.pdf - 186 KB
10. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Appendices.pdf - 128 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Dasar-dasar perlindungan hutan
- Evaluasi kinerja keuangan atas restrukturasi hutang (Studi kasus PT.Indocement tunggal prakarsa Tbk.
- REPRESENTASI RELASI GENDER DALAM PEMBERITAAN HALAMAN FOR HER KORAN JAWA POS (Edisi September-Oktober 2012)
- Relasi Gender Dalam Hubungan Antar Pribadi(Studi Deskriptif Tentang Perbedaan Komunikasi Verbal Dan Non Verbal Dalam Hubungan Percintaan Antara Mahasiswa Laki-Laki Dan Perempuan di Universitas Trunojoyo Madura)
- PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENEBANGAN HUTAN SECARA LIAR YANG DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR HUTAN(Studi Kasus di Kesatuan Pemangkuan Hutan Madiun)
Kembali ke Daftar 