Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 220341100029 pada 2026-10-02 03:10:17 • 16 klik
ANALISIS PEMETAAN KERENTANAN GEMPA BUMI DI PULAU JAWA AKIBAT AKTIVITAS SEISMIK PERAIRAN SELATAN JAWA
Analysis of Earthquake Vulnerability Mapping in Java Resulting from Seismic Activity in the Waters South of Java
disusun oleh LUQMAN HAKIM ZAMANI
| Subyek: | Amplifikasi gempa bumi PGA seismisitas Sistem Informasi Geografis. |
| Kata Kunci: | Amplifikasi gempa bumi PGA seismisitas Sistem Informasi Geografis. |
[ Anotasi Abstrak ]
Wilayah perairan selatan Pulau Jawa merupakan kawasan dengan aktivitas seismik tinggi akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Sunda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spasial dan temporal kejadian gempa bumi selama periode 2020-2025 serta menyusun zonasi tingkat kerentanan guncangan berdasarkan integrasi Peak Ground Acceleration (PGA) dan indeks amplifikasi. Data yang digunakan meliputi katalog gempa bumi United States Geological Survey (USGS), Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), dan batas administrasi Pulau Jawa. Analisis temporal dilakukan berdasarkan jumlah kejadian bulanan dan tahunan, sedangkan distribusi spasial dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jarak dari sumber gempa dihitung menggunakan Euclidean Distance, nilai PGA ditentukan melalui persamaan atenuasi Fukushima dan Tanaka, serta indeks amplifikasi diperoleh melalui reklasifikasi kelerengan dan diintegrasikan dengan raster PGA menggunakan Raster Calculator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas gempa berfluktuasi setiap tahun dan didominasi oleh kejadian bermagnitudo kurang dari Mw 4,9, dengan jumlah tertinggi sebanyak 150 kejadian pada tahun 2022 dan jumlah terendah sebanyak 84 kejadian pada tahun 2021. Persebaran episenter membentuk pola memanjang mengikuti zona subduksi selatan Jawa, sedangkan hasil pemodelan menunjukkan kelas sedang seluas 4.028.211 ha atau 40%, kelas tinggi 2.613.142 ha atau 25%, kelas rendah 1.598.323 ha atau 15%, kelas sangat tinggi 1.562.375 ha atau 15%, dan kelas sangat rendah 543.284 ha atau 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian berada pada kelas kerentanan guncangan sedang hingga tinggi sehingga peta yang dihasilkan dapat digunakan sebagai informasi awal untuk mendukung perencanaan mitigasi dan pengembangan kajian bahaya gempa bumi yang lebih terperinci.
Deskripsi Lain
The waters south of Java Island constitute a region of high seismic activity resulting from the subduction of the Indo-Australian Plate beneath the Sunda Plate. This study aims to analyze the spatial and temporal patterns of earthquake events from 2020 to 2025 and to map shaking vulnerability zones by integrating Peak Ground Acceleration (PGA) with an amplification index. The data utilized include the United States Geological Survey (USGS) earthquake catalog, the National Digital Elevation Model (DEMNAS), and administrative boundaries of Java Island. Temporal analysis was based on monthly and annual event counts, while spatial distribution was analyzed using Geographic Information Systems (GIS). Distance from earthquake sources was calculated using Euclidean Distance; PGA values were determined via the Fukushima and Tanaka attenuation equation; and the amplification index was derived from slope reclassification and integrated with the PGA raster using the Raster Calculator. The results indicate that seismic activity fluctuated annually and was dominated by events with magnitudes below Mw 4.9, with a peak of 150 events in 2022 and a low of 84 events in 2021. Epicenter distribution formed an elongated pattern following the southern Java subduction zone. Modeling results revealed the following vulnerability classes: moderate (4,028,211 ha 40%), high (2,613,142 ha 25%), low (1,598,323 ha 15%), very high (1,562,375 ha 15%), and very low (543,284 ha 5%). These findings demonstrate that the majority of the study area falls within the moderate-to-high shaking vulnerability classes; consequently, the resulting map can serve preliminary information to support mitigation planning and the development of more detailed earthquake hazard assessments.
| Kontributor | : Inayatul Lailiyah, S.T., M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2026-07-27 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086 |
| No Koleksi | : 220341100029 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Abstract.pdf - 162 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Cover.pdf - 472 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Chapter1.pdf - 135 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Chapter2.pdf - 240 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Chapter3.pdf - 594 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Chapter4.pdf - 894 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Conclusion.pdf - 130 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-References.pdf - 180 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42086-Appendices.pdf - 583 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- ANALISIS PEMETAAN KERENTANAN GEMPA BUMI DI PULAU JAWA AKIBAT AKTIVITAS SEISMIK PERAIRAN SELATAN JAWA
Kembali ke Daftar 