Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Kelautan
di-posting oleh 220341100018 pada 2026-10-05 10:10:41  •  19 klik

Karakterisasi Garam Fortifikasi Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Sebagai Garam Fungsional
Characterization of Basil (Ocimum basilicum) Leaf-Fortified Salt a Functional Salt

disusun oleh JIHAN BINTANG ANUGRAH SAPUTRA


Subyek: Daun Kemangi
Garam Fortifikasi
NaCl
Proksimat
Organoleptik
AKG
Kata Kunci: Daun Kemangi
Garam Fortifikasi
NaCl
Proksimat
Organoleptik
AKG

[ Anotasi Abstrak ]

Garam merupakan komoditas strategis dan kebutuhan pokok masyarakat, namun konsumsi natrium dalam jumlah tinggi berisiko memicu hipertensi. Fortifikasi garam menggunakan bahan daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi inovasi pangan untuk menciptakan produk garam fortifikasi yang mampu menekan asupan natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa formulasi, kandungan gizi bahan baku, kadar NaCl, proksimat, Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta daya terima konsumen melalui uji organoleptik pada produk garam fortifikasi daun kemangi. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 6 perlakuan konsentrasi bubuk daun kemangi, yaitu 0% (F0), 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3), 20% (F4), dan 25% (F5) dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diuji meliputi kadar NaCl, kadar proksimat (air, abu, lemak, protein, karbohidrat), serta tingkat penerimaan organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa) oleh 25 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik numerik 1-9. Hasil penelitian membuktikan bahwa penambahan bubuk daun kemangi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik produk akhir garam. Seiring dengan peningkatan konsentrasi kemangi, kadar NaCl mengalami penurunan yang signifikan akibat efek pencampuran, dari 96,27% pada perlakuan kontrol (F0) menjadi 78,42% pada konsentrasi tertinggi (F5). Meskipun mengalami penurunan, kadar tersebut masih memenuhi standar BPOM terkait kelayakan garam berbumbu yang mensyaratkan kadar NaCl minimal 50%. Proses fortifikasi ini juga berpengaruh nyata terhadap peningkatan komposisi zat gizi makro pada produk, seperti peningkatan persentase kadar lemak dari 0,089% (F0) menjadi 0,112% (F5). Secara keseluruhan, pemanfaatan serbuk daun kemangi pada formulasi garam efektif sebagai upaya diversifikasi produk untuk meminimalisasi asupan natrium tanpa merusak standar dasar kelayakan fungsional garam penyedap.


Deskripsi Lain

Salt is a strategic commodity and a staple necessity; however, high sodium consumption poses a risk of hypertension. Fortifying salt with basil leaves (*Ocimum basilicum*) represents a food innovation aimed at creating a product capable of reducing sodium intake. This study aimed to analyze the formulation, raw material nutritional content, NaCl levels, proximate composition, Recommended Dietary Allowance (RDA) contribution, and consumer acceptance—via organoleptic testing—of basil-fortified salt. This laboratory-based experimental study employed a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with six treatments based on basil leaf powder concentrations: 0% (F0), 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3), 20% (F4), and 25% (F5), each with three replications. Parameters tested included NaCl content, proximate composition (moisture, ash, fat, protein, and carbohydrate), and organoleptic acceptance (color, aroma, texture, and taste) assessed by 25 untrained panelists using a 1–9 numeric hedonic scale. The results demonstrated that the addition of basil leaf powder significantly affected (p<0.05) the characteristics of the final salt product. As the basil concentration increased, NaCl levels decreased significantly due to the dilution effect, dropping from 96.27% in the control treatment (F0) to 78.42% at the highest concentration (F5). Despite this reduction, the levels remained compliant with BPOM standards for seasoned salt, which require a minimum NaCl content of 50%. This fortification process also significantly influenced the macronutrient composition of the product, such increasing the fat content from 0.089% (F0) to 0.112% (F5). Overall, the use of basil leaf powder in the salt formulation proved effective a product diversification strategy to minimize sodium intake without compromising the fundamental functional standards of seasoning salt.

Kontributor: Prof Dr. Makhfud Efendy, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2026-07-28
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098
No Koleksi: 220341100018


Sumber :
Universitas Trunojoyo Madura

Ketentuan (Rights) :
28 Juli 2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Abstract.pdf - 108 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Cover.pdf - 633 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Chapter1.pdf - 242 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Chapter2.pdf - 283 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Chapter3.pdf - 476 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Chapter4.pdf - 580 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Conclusion.pdf - 198 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-References.pdf - 242 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42098-Appendices.pdf - 5169 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar