Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 220711100070 pada 2026-10-07 08:10:07 • 12 klik
Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Wakalah Bil Ujrah Dalam Distribusi Air Galon Isi Ulang: Studi Kasus Pada Cv Fatan Sejahtera Di Desa Ujung Piring Kabupaten Bangkalan
An Islamic Legal Analysis of the Practice of *Wakalah bil Ujrah* in the Distribution of Refillable Gallon Water: A Case Study of CV Fatan Sejahtera in Ujung Piring Village, Bangkalan Regency
disusun oleh ADIB MOHAMMAD ZAHRUDDIN
| Subyek: | WAKALAH(HUKUM ISLAM) |
| Kata Kunci: | Wakalah bil ujrah distribusi air galon muamalah hukum Islam. |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik akad wakalah bil ujrah dalam distribusi air galon isi ulang di CV Fatan Sejahtera di Desa Ujung Piring Kabupaten Bangkalan, selama ini dilaksanakan secara lisan berdasarkan kepercayaan antarpihak tanpa kontrak tertulis, sehingga menimbulkan potensi ketidakjelasan dalam mekanisme distribusi maupun kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan mekanisme distribusi air galon isi ulang dalam praktik akad wakalah bil ujrah di CV Fatan Sejahtera dan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan akad wakalah bil ujrah tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, termasuk terpenuhinya rukun dan syarat sahnya akad.rnPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pemilik depo, agen, kurir, dan konsumen, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan berupa literatur fikih muamalah. Data dianalisis menggunakan pendekatan hukum Islam normatif untuk menilai kesesuaian praktik dengan rukun dan syarat akad wakalah bil ujrah.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme distribusi dilaksanakan melalui pola perwakilan berjenjang yang melibatkan pemilik depo sebagai muwakkil, agen sebagai wakil yang menerima ujrah berupa selisih harga jual sebesar Rp1.000 per galon, dan kurir yang mengantarkan galon kepada konsumen, dengan kesepakatan yang dilakukan secara lisan namun dijalankan secara konsisten berdasarkan kebiasaan yang berlaku. Ditinjau dari hukum Islam, praktik ini secara substantif dinilai sah karena telah memenuhi rukun dan syarat wakalah, dengan ujrah yang jelas, terukur, dan disepakati sejak awal tanpa unsur riba maupun gharar yang signifikan, meskipun masih ditemukan praktik mark-up harga oleh agen serta belum adanya pengaturan tertulis mengenai force majeure dan penyelesaian sengketa yang perlu disempurnakan.rnrnKata kunci: Wakalah bil ujrah, distribusi air galon, muamalah, hukum Islam.
Deskripsi Lain
At CV Fatan Sejahtera in Ujung Piring Village, Bangkalan Regency, the practice of the wakalah bil ujrah (agency for a fee) contract regarding the distribution of refillable water jugs has historically been conducted verbally—based on mutual trust rather than a written contract. This has created potential ambiguity regarding distribution mechanisms and their alignment with Islamic legal principles. Addressing this issue, this study aims to understand and explain the distribution mechanism under the wakalah bil ujrah arrangement at CV Fatan Sejahtera and to evaluate the extent to which this practice complies with Islamic Sharia principles, specifically regarding the fulfillment of the essential elements (rukn) and validity conditions (syarat) of the contract.rnThis study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach based on field research. Primary data were gathered through observations and interviews with the depot owner, agents, delivery personnel, and consumers, while secondary data were obtained through a literature review of fiqh muamalah (Islamic commercial jurisprudence). The data were analyzed using a normative Islamic legal approach to assess the practice's conformity with the requirements of a wakalah bil ujrah contract.rnThe results indicate that the distribution mechanism operates through a tiered agency structure involving the depot owner the principal (muwakkil), agents representatives (wakil) who receive a fee (ujrah) in the form of a price margin of IDR 1,000 per jug, and delivery personnel who transport the jugs to consumers. Although the agreements are made verbally, they are consistently implemented based on established custom. From an Islamic legal perspective, the practice is deemed substantively valid it fulfills the essential elements and conditions of wakalah; the fee is clear, measurable, and agreed upon from the outset, free from significant elements of riba (usury) gharar (uncertainty). However, issues such price mark-ups by agents and the absence of written regulations regarding force majeure and dispute resolution remain, indicating areas for improvement.rnrnKeywords: Wakalah bil ujrah, refillable water jug distribution, muamalah, Islamic law.
| Kontributor | : Dr. Busro Karim, S.Hum., M.Pd.I.;Dr. Holis, S.H.I.,M.H.I. |
| Tanggal tercipta | : 2026-09-22 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126 |
| No Koleksi | : 220711100070 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Abstract.pdf - 136 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Cover.pdf - 2960 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Chapter1.pdf - 441 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Chapter2.pdf - 424 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Chapter3.pdf - 299 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Chapter4.pdf - 392 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Conclusion.pdf - 285 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-References.pdf - 259 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42126-Appendices.pdf - 427 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 