Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Kelautan
di-posting oleh 220341100028 pada 2026-10-09 02:10:45  •  7 klik

Pemodelan Hidrodinamika dan Transpor Sedimen di Pesisir Desa Prancak, Bangkalan Menggunakan Delft3D
Hydrodynamic and Sediment Transport Modeling along the Coast of Prancak Village, Bangkalan, Using Delft3D

disusun oleh MOH. KHOIRUL FATIHIN


Subyek: Delft3D
Desa Prancak
dinamika sedimen
morfologi pesisir
pasang surut
Kata Kunci: Delft3D
Desa Prancak
dinamika sedimen
morfologi pesisir
pasang surut

[ Anotasi Abstrak ]

Wilayah pesisir Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan merupakan kawasan dengan aktivitas perikanan dan pelabuhanan yang padat, sehingga rentan terhadap perubahan dinamika sedimen akibat interaksi arus, gelombang, dan pasang surut. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik sedimen dasar, menganalisis perubahan morfologi dasar perairan, dan menganalisis dinamika sebaran sedimen di pesisir Desa Prancak menggunakan pemodelan Delft3D. Data primer berupa 22 sampel sedimen dasar yang dianalisis dengan metode granulometri dan data arus hasil pengukuran ADCP. Data sekunder berupa pasang surut, gelombang, angin, dan batimetri digunakan sebagai input model untuk simulasi bulan Mei 2026. Model hidrodinamika divalidasi terhadap data arus lapangan menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan menghasilkan nilai 0,31 m/s (kategori sedang), sehingga model dinilai cukup akurat untuk simulasi transpor sedimen. Analisis granulometri menunjukkan sedimen dasar didominasi fraksi pasir (80,6–99,5%), sehingga pantai tergolong pantai berpasir. Perubahan morfologi dasar perairan relatif kecil, yaitu -0,01 hingga 0,004 m, dan hanya terjadi di beberapa titik di sekitar bangunan pelindung pantai dan lekukan garis pantai. Luas dan konsentrasi sebaran sedimen mencapai maksimum pada fase surut terendah, dengan konsentrasi maksimum sekitar 1,2–1,3 mg/l pada kondisi purnama dan 1,0–1,1 mg/l pada kondisi perbani. Pola sebaran memanjang sejajar garis pantai dari timur ke barat, yang menunjukkan dominasi transpor sedimen sepanjang pantai (longshore sediment transport). Kondisi purnama menghasilkan sebaran yang lebih luas dan konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan kondisi perbani. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi pengelolaan wilayah pesisir dan mitigasi sedimentasi di pesisir Desa Prancak.


Deskripsi Lain

The coastal area of Prancak Village, Sepulu District, Bangkalan Regency is characterized by intensive fishing and port activities, making it vulnerable to changes in sediment dynamics driven by the interaction of currents, waves, and tides. This study aimed to determine the characteristics of bed sediment, analyze bed morphological changes, and analyze sediment distribution dynamics along the Prancak coast using Delft3D modeling. Primary data consisted of 22 bed-sediment samples analyzed by granulometry and current measurements from an ADCP. Secondary data on tides, waves, wind, and bathymetry were used model inputs for a simulation of May 2026. The hydrodynamic model was validated against field current data using the Root Mean Square Error (RMSE), yielding a value of 0.31 m/s (moderate category), indicating that the model was sufficiently accurate for sediment-transport simulation. Grain-size analysis showed that bed sediments were dominated by sand (80.6–99.5%), classifying the beach a sandy beach. Bed morphological changes were relatively small, ranging from -0.01 to 0.004 m, and occurred only at a few locations near coastal protection structures and shoreline indentations. The extent and concentration of sediment distribution peaked at lowest low tide, with maximum concentrations of about 1.2–1.3 mg/l during spring tide and 1.0–1.1 mg/l during neap tide. The distribution pattern extended parallel to the shoreline from east to west, indicating the dominance of longshore sediment transport. Spring-tide conditions produced a wider and more concentrated sediment distribution than neap-tide conditions. These findings are expected to serve a scientific reference for coastal management and sedimentation mitigation along the Prancak coast.

Kontributor: Ilham Cahya, S.T, M.T
Tanggal tercipta: 2026-07-29
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168
No Koleksi: 220341100028


Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Abstract.pdf - 135 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Cover.pdf - 504 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Chapter1.pdf - 139 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Chapter2.pdf - 314 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Chapter3.pdf - 905 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Chapter4.pdf - 1139 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Conclusion.pdf - 97 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-References.pdf - 142 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42168-Appendices.pdf - 2499 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar