Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Sastra Inggris
di-posting oleh 220511100080 pada 2026-10-14 04:10:45  •  35 klik

FREEDOM AND SUFFERING THROUGH THE LENS OF ABSURDITY IN DOSTOEVSKYS NOTES FROM UNDERGROUND
FREEDOM AND SUFFERING THROUGH THE LENS OF ABSURDITY IN DOSTOEVSKYS NOTES FROM UNDERGROUND

disusun oleh ARGANI NUGRAHA LUMBAN GAOL


Subyek: Literature
English Literature
Absurdism
Kata Kunci: absurdism
freedom
suffering
notes from underground
albert camus

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini mengkaji bagaimana absurditas, sebagaimana diteorikan oleh Albert Camus dalam The Myth of Sisyphus (1955), terwujud dalam pengalaman kebebasan the Underground Man dan responsnya yang kontradiktif terhadap penderitaan dalam Notes from Underground (1864) karya Fyodor Dostoevsky. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana absurditas terwujud dalam pengalaman kebebasan the Underground Man dan untuk mengeksplorasi bagaimana kerangka absurditas Camus menafsirkan responsnya yang kontradiktif terhadap penderitaan. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pembacaan cermat, dengan menggunakan tuturan dari novela sebagai data utama, yang ditafsirkan melalui konsep-konsep Camus tentang kesadaran berlebih, penolakan terhadap sistem rasional, penolakan terhadap bunuh diri dan pelarian filosofis, pemberontakan batin, kebebasan dan agensi absurd, serta penolakan terhadap koneksi manusiawi yang tulus. Meskipun Camus membahas karakter Dostoevsky lain, ia tidak pernah menganalisis Underground Man secara langsung, sebuah celah yang diisi oleh penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa the Underground Man mewujudkan kesadaran absurd melalui keterasingan kesadaran berlebihnya, penolakannya terhadap sistem rasionalis dan utopis seperti Crystal Palace, simbol masyarakat yang segala hasilnya telah diperhitungkan sepenuhnya, serta penolakannya yang gigih terhadap bunuh diri fisik dan pelarian filosofis. Kebebasannya, yang diekspresikan melalui keinginan subjektif dan penegasan diri, tidak terpisahkan dari penderitaannya, yang ia ubah menjadi bentuk pemberontakan batin yang berkelanjutan daripada resolusi. Pola yang sama juga terlihat dalam penolakannya terhadap tawaran koneksi tulus dari Liza, yang menegaskan bahwa kebebasannya bergantung pada penolakan keintiman sama seperti penolakan terhadap konformitas rasional atau sosial. Sebagai kesimpulan, the Underground Man mencerminkan dua dari tiga kualitas pahlawan absurd Camus, yaitu pemberontakan dan kebebasan, tetapi kesulitan untuk mewujudkan hasrat secara penuh, menjadikannya perwujudan absurdisme yang tragis daripada yang gemilang. Penelitian ini menegaskan bahwa kebebasan dan penderitaan berfungsi sebagai elemen kesadaran absurd yang tidak terpisahkan dan saling membentuk, bukan sebagai kekuatan yang berlawanan.


Deskripsi Lain

This study examines how absurdity, theorized by Albert Camus in The Myth of Sisyphus (1955), is embodied in the Underground Man's experience of freedom and his self-contradictory response to suffering in Fyodor Dostoevsky's Notes from Underground (1864). The study aims to analyze how absurdity is embodied in the Underground Man's experience of freedom and to explore how Camus' framework of absurdity deciphers his self-contradictory response to suffering. The analysis employs a descriptive qualitative method with a close reading approach, using utterances from the novella the primary data, interpreted through Camus' concepts of hyper-consciousness, rejection of rational systems, refusal of suicide and philosophical escape, inward revolt, absurd freedom and agency, and the rejection of genuine human connection. While Camus discussed other Dostoevsky characters but never examined the Underground Man directly, a gap this study addresses, the results show that the Underground Man embodies absurd consciousness through his hyper-conscious existential alienation, meaning a self-imposed estrangement from others rooted in his own awareness rather than in any social economic condition, his rejection of rationalist and utopian systems such the Crystal Palace, a symbol for a society in which every outcome is calculated in advance, and his persistent refusal of both physical suicide and philosophical escape. His freedom, expressed through caprice and self-assertion, is inseparable from his suffering, which he transforms into a continuous form of inward revolt rather than resolution. This same pattern extends to his rejection of Liza's offer of genuine connection, confirming that his freedom depends on refusing intimacy much it depends on refusing rational social conformity. In conclusion, the Underground Man reflects two of Camus' three qualities of the absurd hero, revolt and freedom, but struggles to fully embody passion, making him a tragic rather than triumphant embodiment of absurdism. This study affirms that freedom and suffering function inseparable parts of absurd consciousness that create each other, rather than opposing forces.

Kontributor: IMRON WAKHID HARITS, S.S., M.Pd., Ph.D.
Tanggal tercipta: 2026-09-28
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Inggris
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224
No Koleksi: 220511100080


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Abstract.pdf - 65 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Cover.pdf - 778 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Chapter1.pdf - 96 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Chapter2.pdf - 242 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Chapter3.pdf - 80 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Chapter4.pdf - 180 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Chapter5.pdf - 17 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-Conclusion.pdf - 17 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42224-References.pdf - 78 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar