Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ilmu Hukum
di-posting oleh 220111100016 pada 2026-10-15 01:10:50  •  29 klik

URGENSI KEBERADAAN LEMBAGA PENYELESAIAN SENGKETA PEMILIHAN UMUM DALAM KONTEKS PEMISAHAN PEMILU NASIONAL DAN DAERAH
THE URGENCY OF HAVING AN ELECTION DISPUTE RESOLUTION BODY IN THE CONTEXT OF SEPARATING NATIONAL AND LOCAL ELECTIONS

disusun oleh MELKIARDO FEBRIAN TAGUNG


Subyek: Badan Peradilan Khusus
Lembaga Penyelesaian Sengketa
Pemilihan Kepala Daerah
Kata Kunci: Badan Peradilan Khusus
Lembaga Penyelesaian Sengketa
Pemilihan Kepala Daerah

[ Anotasi Abstrak ]

Ketiadaan badan peradilan khusus sengketa Pilkada yang diamanatkan Pasal 157 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Umum bertolak belakang dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 yang menetapkan kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk menyelesaikan perselisihan hasil Pilkada secara permanen. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai keberadaan lembaga penyelesaian sengketa Pilkada serta implikasi hukum dari ketiadaan lembaga khusus dalam konteks pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji desain badan peradilan khusus yang menangani sengketa Pilkada dengan kebutuhan untuk menentukan kelembagaan yang paling sesuai dalam penyelesaian sengketa Pilkada serta implikasi hukum dan kelembagaan yang ditimbulkan akibat belum terbentuknya badan peradilan khusus penyelesaian sengketa Pilkada. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lembaga penyelesaian sengketa pemilihan daerah dinyatakan sangat penting, terutama untuk memberikan kepastian hukum, dan perlindungan terhadap hak konstitusional peserta pemilihan. Ketiadaan badan peradilan khusus sengketa pilkada menyebabkan penyelesaian perselisihan hasil Pilkada tetap berada pada Mahkamah Konstitusi, sehingga berimplikasi pada beban perkara dan menimbulkan persoalan desain kelembagaan penyelesaian sengketa. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan badan peradilan khusus Pilkada yang berada dalam lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung sebagai bagian dari pembaruan sistem keadilan kelembagaan demokrasi di Indonesia


Deskripsi Lain

The absence of a special judicial body for Pilkada disputes mandated by Article 157 paragraph (1) of Law Number 10 of 2016 concerning General Elections is contrary to the Constitutional Court Decision Number 85/PUU-XX/2022 which stipulates the Constitutional Court's authority to permanently resolve disputes over Pilkada results. This condition raises questions regarding the existence of an institution for resolving Pilkada disputes and the legal implications of the absence of a special institution in the context of the separation of National and Regional Elections. Based on this, this study examines the design of a special judicial body that handles Pilkada disputes with the need to determine the most appropriate institution for resolving Pilkada disputes and the legal and institutional implications arising from the lack of a special judicial body for resolving Pilkada disputes. This research uses a normative legal research type using a statute approach and conceptual approach. The research results indicate that the existence of a regional election dispute resolution body is crucial, particularly in providing legal certainty and protecting the constitutional rights of election participants. The absence of a dedicated election dispute resolution body leaves the Constitutional Court in charge of resolving election disputes, which increases the caseload and raises issues regarding the institutional design of dispute resolution. Therefore, the establishment of a dedicated election judicial body within the Supreme Court is essential part of reforming Indonesia's democratic institutional justice system.

Kontributor: Prof. Dr. NUNUK NUSWARDANI, S.H., M.H.
Tanggal tercipta: 2026-07-30
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232
No Koleksi: 220111100016


Sumber :
UNIVERSITAS TRUNODJOYO MADURA

Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Abstract.pdf - 130 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Cover.pdf - 2228 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Chapter1.pdf - 259 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Chapter2.pdf - 211 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Chapter3.pdf - 335 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Conclusion.pdf - 106 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-References.pdf - 171 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42232-Appendices.pdf - 65 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar