Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Sosiologi
di-posting oleh 190521100145 pada 2026-10-23 02:10:29  •  20 klik

KONFLIK PEMBANGUNAN RUMAH IBADAT DI INDONESIA (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEREJA SANTA MARIA BINTANG KEJORA,DESA PACET, KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO)
Conflict over the Construction of Places of Worship in Indonesia (A Case Study of the Construction of Santa Maria Bintang Kejora Church in Pacet Village, Pacet District, Mojokerto Regency)

disusun oleh ERWIN VALENTINO


Subyek: konflik sosial
pembangunan rumah ibadah
Gereja Santa Maria Bintang Kejora
Lewis A. Coser
fungsi konflik
Kata Kunci: konflik sosial
pembangunan rumah ibadah
Gereja Santa Maria Bintang Kejora
Lewis A. Coser
fungsi konflik

[ Anotasi Abstrak ]

Konflik pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu fenomena sosial yang masih sering terjadi dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Salah satu kasus terjadi pada pembangunan Gereja Santa Maria Bintang Kejora di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang memunculkan perbedaan pandangan antara pihak gereja dan sebagian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi konflik pembangunan Gereja Santa Maria Bintang Kejora serta menganalisis fungsi positif konflik terhadap hubungan sosial antara pihak gereja dan masyarakat sekitar berdasarkan perspektif teori konflik fungsional Lewis A. Coser. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan tiga pengurus Gereja Santa Maria Bintang Kejora, dua masyarakat sekitar, dan dua aparatur Desa Pacet. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pembangunan Gereja Santa Maria Bintang Kejora dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor administratif dan perizinan, faktor komunikasi antara pihak gereja dan masyarakat, faktor kesalahpahaman dan perbedaan persepsi, serta faktor hubungan mayoritas dan minoritas dalam kehidupan sosial. Konflik berkembang secara bertahap, mulai dari munculnya pertanyaan masyarakat, berkembang menjadi penolakan terbuka, hingga mendorong proses dialog dan penyelesaian bersama. Berdasarkan teori konflik fungsional Lewis A. Coser, konflik tersebut tidak hanya menimbulkan ketegangan, tetapi juga menghasilkan fungsi-fungsi positif berupa penguatan solidaritas internal kelompok, penegasan identitas dan struktur sosial, terbukanya ruang komunikasi dan dialog, meningkatnya partisipasi masyarakat, berkembangnya musyawarah dalam penyelesaian konflik, terbentuknya penyesuaian sosial, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dengan demikian, konflik pembangunan Gereja Santa Maria Bintang Kejora menunjukkan bahwa konflik tidak selalu bersifat destruktif, melainkan dapat menjadi mekanisme yang mendorong perubahan sosial yang konstruktif serta memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat yang majemuk.


Deskripsi Lain

The conflict over the construction of places of worship remains one of the social issues frequently encountered in Indonesia's pluralistic society. One such case occurred during the construction of Santa Maria Bintang Kejora Church in Pacet Village, Pacet District, Mojokerto Regency, which led to differing perspectives between the church and members of the surrounding community. This study aims to identify the factors underlying the conflict over the construction of Santa Maria Bintang Kejora Church and to analyze the positive functions of the conflict in shaping social relations between the church and the local community from the perspective of Lewis A. Coser's functional conflict theory. This study employed a qualitative research method using a case study approach. Informants were selected through purposive sampling and consisted of three church administrators, two local community members, and two village government officials. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation. The findings indicate that the conflict was influenced by four main factors: administrative and licensing issues, communication between the church and the community, misunderstandings and differences in perception, and the dynamics between majority and minority groups within the community. The conflict developed gradually, beginning with public inquiries, evolving into open objections, and eventually encouraging dialogue and collaborative conflict resolution. Based on Lewis A. Coser's functional conflict theory, the conflict not only generated social tension but also produced several positive functions, including strengthening internal group solidarity, clarifying group identity and social structure, creating opportunities for communication and dialogue, increasing community participation, encouraging deliberation in conflict resolution, facilitating social adaptation, and enhancing awareness of the importance of tolerance and interreligious harmony. Therefore, this study demonstrates that conflict is not always destructive but can serve a mechanism for constructive social change and for strengthening social relations within a pluralistic society.

Kontributor: Medhy Aginta Hidayat, S.S., M.Si., pH.D
Tanggal tercipta: 2026-07-21
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308
No Koleksi: 190521100145


Ketentuan (Rights) :
21 Juli 2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Abstract.pdf - 206 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Cover.pdf - 2851 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Chapter1.pdf - 321 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Chapter2.pdf - 469 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Chapter3.pdf - 356 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Chapter4.pdf - 366 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Chapter5.pdf - 597 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Conclusion.pdf - 203 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-References.pdf - 205 KB
 File PDF  10. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42308-Appendices.pdf - 324 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar