Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Agroekoteknologi
di-posting oleh 100311100059 pada 2014-07-15 21:55:48  •  580 klik

PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PUPUK ORGANIK DAN SAAT EMASKULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG SAYUR (BABY CORN)
THE EFFECT OF DIFFERENCE IN DOSE OF ORGANIC FERTILIZER AND EMASCULATION ON GROWTH AND YIELD OF VEGETABLE CORN(BABY CORN)

disusun oleh WIWIN NURMALA SARI


Subyek: DOSIS PUPUK ORGANIK
SAAT EMASKULASI
JAGUNG SAYUR
Kata Kunci: PUPUK ORGANIK
EMASKULASI
JAGUNG SAYUR

[ Anotasi Abstrak ]

Kebutuhan jagung sayur (baby corn) semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk sehingga perlu dilakukan perbaikan budidaya. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pemupukan dan pembuangan bunga jantan pada waktu yang tepat. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan saat emaskulasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung sayur. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Hortikulura Desa Socah Kecamatan Socah dengan jenis tanah Mediteran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah dosis 2,5 g/tanaman tanpa emaskulasi (D1), dosis 5 g/tanaman tanpa emaskulasi (D2), dosis 7,5 g/tanaman tanpa emaskulasi (D3), dosis 2,5 g/tanaman dengan emaskulasi saat bunga jantan baru muncul (D4), dosis 5 g/tanaman dengan emaskulasi saat bunga jantan baru muncul (D5), dosis 7,5 g/tanaman dengan emaskulasi saat bunga jantan baru muncul (D6), dosis 2,5 g/tanaman dengan emaskulasi saat bunga jantan mekar (D7), dosis 5 g/tanaman dengan emaskulasi saat bunga jantan mekar (D8), dosis 7,5 g/tanaman dengan emaskulasi saat bunga jantan mekar (D9). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah tongkol pertanaman, panjang dan diameter tongkol serta bobot tongkol kotor dan bersih pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk organik dengan saat emaskulasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali jumlah tongkol pertanaman. Pemberian dosis 5 g/tanaman dengan emaskulasi pada saat bunga jantan baru muncul (D5) merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan bobot tongkol bersih sebesar 16,03 g/tanaman Kata kunci : pupuk organik, emaskulasi, jagung sayur.


Deskripsi Lain

Vegetable corn needing (baby corn) to increased along with the increasing number of people that need to improve of the cultivation. One way to do that is to perform male fertilization and disposal of interest in a timely manner. This research aim is to know the growth and yield of baby corn effect of organic fertilizer and different time of emasculation. It was conducted at the Research Institute for Experimental Hortikulura Socah Village District of Socah the Mediterranean soil types. This research was designed in randomized block design non-factorial with 9 treatments and 3 replications. The treatments tested were 2.5 g/crop without emasculation (D1), 5 g/crop without emasculation (D2), 7.5 g/ crop without emaskulasi (D3), 2.5 g/crop with emasculation at flowering stage (D4), 5 g/crop with emasculation at flowering stage (D5), 7.5 g/crop with emasculation at flowering stage (D6), 2.5 g / crop with emasculation at the male flower mature (D7), 5 g/crop with emasculation at the male flower mature (D8), 7.5 g/crop with emasculation at the male flower mature (D9) . The parameters observed plant height, stem diameter, leaf area, number of cobs crop, cob length and diameter as well as gross and net weight cob crop. The results showed that treatment with a combination of organic fertilizer when emaskulasi significant effect on all parameters except the number of cobs crop observations. Fertilizer dose of 5 g/crop with emasculation at flowering stage (D5) is the best treatment and result in a net cob weight 16.03 g / crop. Keywords: organic fertilizer, emasculation, baby corn.

Kontributor: Drs. H. KASWAN BADAMI, M.Si ; Ir. SINAR SURYAWATI, M.Si
Tanggal tercipta: 2014-06-03
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572
No Koleksi: 100311100059


Ketentuan (Rights) :
2014

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Abstract.pdf - 86 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Cover.pdf - 783 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Chapter 1.pdf - 141 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Chapter 2.pdf - 149 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Chapter 3.pdf - 141 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Chapter 4.pdf - 210 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Conclusion.pdf - 135 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_References.pdf - 142 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5572-100311100059_Appendices.pdf - 1303 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar