Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Master Thesis S-2 » S2 Ilmu Hukum
di-posting oleh 120121100014 pada 2016-03-11 15:06:55  •  282 klik

PERKEMBANGAN ALAT BUKTI PERKARA PERDATA DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI ELEKTRONIK
CIVIL CASE EVIDENCE IN THE ERA OF ELECTRONIC AND INFORMATION TECHNOLOGY

disusun oleh ENAN SUGIARTO


Subyek: Hukum
Kata Kunci: Alat Bukti
Informasi elektronik dan/dokumen elektronik

[ Anotasi Abstrak ]

Setelah diterbitkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, maka informasi elektronik dan/ dokumen elektronik dan/ hasil cetaknya dinyatakan sebagai perluasan alat bukti hukum yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia. Kedudukan alat bukti yang diatur dalam ketentuan tersebut memunculkan pendapat yang berbeda, yaitu sebagai tambahan alat bukti dari yang sudah disebutkan secara limitatif dalam hukum acara, ataukah sebagai alat bukti pendamping yang harus didukung oleh alat bukti lain untuk menambah keyakinan hakim. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) diantaranya dalam putusan perkara perdata Nomor 10/Pdt.G/2012/PN Sampang. Selanjutnya dilakukan analisis bahan hukum secara kualitatif dengan cara deduktif dengan asas-asas, serta memperhatikan sinkronisasi antara ketentuan peraturan hukum yang satu dengan ketentuan peraturan hukum yang lain, dan digunakan interpretasi hukum. Dalam pemeriksaan perkara Nomor 10/Pdt.G/2012/PN Sampang, alat bukti berupa hasil cetak dokumen elektronik diterima dan memiliki kekuatan pembuktian sebagai alat bukti surat. Ruang lingkup sistem elektronik yang beroperasi dengan cara penggandaan sehingga mengakibatkan informasi yang asli tidak dapat dibedakan lagi dari salinannya memberi konsekuensi hukum bahwa hasil cetak dokumen elektronik dapat diterima sebagai alat bukti yang sah tanpa harus ditunjukan dokumen aslinya. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah menuntut hukum acara perdata dapat mengakomodir bentuk-bentuk bukti baru sehingga pencari keadilan menjadi dipermudah dan diberi kesempatan optimal dalam menuntut maupun mempertahankan hak-haknya. Keterangan Ahli berkaitan dengan dokumen elektronik dan/ informasi elektronik yang diberikan dalam pemeriksaan perkara perdata memiliki kekuatan pembuktiannya bebas (vrij bewijskracht). Keterangan ahli tersebut dapat ditarik menjadi alat bukti persangkaan (vermoedens).


Deskripsi Lain

After the Law Of Republic Of Indonesia Number 11 of 2008 Concerning Electronic Information And Transaction has issued, the electronic information and/electronic documents and / printout stated as the expansion of legal evidence constituted under the law applicable in Indonesia. Position the evidence set out in that provision raises a different opinion, namely as additional evidence of what has been mentioned in a limited manner in the procedural law, or as evidence companion must be supported by other evidence to increase the confidence of judges. This research is a normative approach and case approach, including in the civil case decision No 10 / Pdt.G / 2012 / PN Sampang. Then performed a qualitative analysis of legal materials by deductive way with the principles of law, and observe the synchronization between the provisions of the legal regulations with the provisions of other laws, and used legal interpretations. In the examination of case Number 10/Pdt.G/2012/PN Sampang, the form of printouts of electronic documents as a evidence received and has the strength of documentary evidence. The scope of electronic systems that operate by means of doubling resulting in the original information can not be distinguished from a copy giving legal consequences that prints electronic document can be accepted as valid evidence without having shown the original document The development of advanced information technology has demanded civil procedural law can accommodate the types of new evidence so the justiabelen becomes easy and given the optimum chance in prosecute and defend their right. Expert testimony related to electronic documents and / electronic information that given in the civil cases has the power of free proof (vrij bewijskracht). The expert testimony can be drawn into presupposition evidence (vermoedens).

Kontributor: Dr. H. Moh. Amir Hamzah, S.H., M.H.; Dr. Uswatun Hasanah, S.H., M.Hum.
Tanggal tercipta: 2016-02-15
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144
No Koleksi: 120121100014


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-abstract.pdf - 11 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-Hal judul.pdf - 161 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-TESIS BAB I.pdf - 54 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-TESIS BAB II.pdf - 185 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-TESIS BAB III.pdf - 84 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-TESIS BAB IV.pdf - 16 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-DAFTAR PUSTAKA.pdf - 23 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8144-10Pdt.G2012PN SpgNEW.pdf - 4996 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar