Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-12 13:39:47  •  438 klik

TEKNIK PENGUJI TOKSISITAS ALGINAT DAN ASAM ASKORBAT TERHADAP UDANG ARTEMIA (Artemia salina) SEBAGAI BIOENKAPSULASI PAKAN UDANG VANAME DI LABORATORIUM MIKRO/MAKRO ALGA TEKNOLOGI FPIK UNDIP
disusun oleh STEVEN AMAS TRIYADI HARAHAP

Subyek: TOKSISITAS ALGINAT
ASAM ASKORBAT
UDANG ARTEMIA
UDANG VANAME
LABORATORIUM MIKRO/MAKRO ALGA TEKNOLOGI FPIK UNDIP
Kata Kunci: TOKSISITAS ALGINAT
ASAM ASKORBAT
UDANG ARTEMIA
UDANG VANAME
LABORATORIUM MIKRO/MAKRO ALGA TEKNOLOGI FPIK UNDIP

[ Anotasi Abstrak ]

Laut dan pesisir adalah tempat berbagai biota laut yang memiliki bentuk tubuh dan sifat yang beragam. Biota laut yang mudah ditemukan seperti ikan, krustasea, moluska, ekhinodermata, koral dan tumbuhan laut tersebar luas di tiap kedalaman laut. Semua organisme tersebut dibagi menjadi beberapa taksa berupa filum dan terbagi lagi menurut klasifikasinya (Ginting 2019). Salah satu jenis dari organisme tersebut adalah plankton, yaitu organisme terkecil yang berada di ekosistem perairan dan menjadi penopang dalam kehidupan di suatu perairan. Keberadaan plankton merupakan komponen yang penting dalam mempengaurhi kondisi ekosistem di perairan terutama dalam rantai makanan. Kompleksnya rantai makanan (food chain) dan jaring makanan (foodweb) serta pentingnya fitoplankton sebagai produsen primer akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam dinamika ekosistem (Sirait et al 2018). Organisme laut yang berukuran sedang seperti ikan, kepiting dan udang membutuhkan zooplankton sebagai makanan pada saat masih muda. Jumlah planton dalam suatu perairan juga menjadi respons terhadap perubahan- perubahan kondisi lingkungan baik fisika, kimia, maupun biologi (Nirmalasari 2018). Zooplankton yang sering disebut dengan artemia (Artemia salina) seringkali digunakan sebagai pakan hidup dalam budidaya udang vanamei di Indonesia. Nutrisi yang terkandung di artemia digunakan oleh larva udang stadia PL sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan sumber daya tahan tubuh larva, sehingga diperlukan pengkayaan untuk memperlengkapi nutrisi (Purba 2012). Menurut Sedjati et al (2022), artemia juga dapat digunakan sebagai media hidup untuk sarana bioenkapsulasi dengan tujuan mentransfer zat-zat yang bermanfaat bagi pertumbuhan ikan dan krustasea, seperti suplemen, obat-obatan, maupun nutrisi penting dan senyawa bioaktif. Senyawa yang memiliki toksisitas cukup tinggi dapat menyebabkan kematian terhadap udang renik sebagai media bioenkapsulasi sehingga diperlukan penentuan dosis yang cocok agar dapat mengurangi tingkat kematian pada artemia.

Kontributor: Insafitri S.T, M.Sc, Ph.D
Tanggal tercipta: 2022-06-22
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100086
No Koleksi: 190341100086


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23993-190341100086-Steven Amas Triyadi Harahap#190341100086.pdf - 1484 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar