Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-07-27 08:41:05  •  686 klik

PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO INSTALASI GELUNG
disusun oleh KHAIRUL MUFIDZ ZAIN

Subyek: UDANG VANAME
TAMBAK BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO INSTALASI GELUNG
Kata Kunci: UDANG VANAME
TAMBAK BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO INSTALASI GELUNG

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki kekayaan alam hayati yang melimpah dan beranekaragam. Produksi perikanan di Indonesia sangat besar, salah satunya adalah produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei). Permintaan udang vaname sebagai konsumsi pada pasar domestik dan mancanegara mengalami peningkatan sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia berusaha dalam meningkatkan produksi udang vaname. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia pada tahun 2017, produksi udang vaname mencapai 25.051 ton per tahun dan pada tahun 2018 produksi udang vaname mencapai 30.000 ton per tahun (Ulumiah et al., 2020). Udang vaname merupakan jenis udang yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi di samping penjualan udang windu. Udang vaname mempunyai nilai jual yang tinggi, yaitu berkisar antara Rp.50.000-Rp.60.000/kg baik di dalam negeri maupun ekspor. Permintaan pasar domestik maupun ekspor untuk udang vaname ini cukup tinggi, yaitu 98,86 ton per tahun (Hikmayani et al, 2012). Pemerintah Indonesia melakukan impor benih udang vaname ke beberapa negara seperti Amerika, Taiwan, dan Hawai. Benih udang vaname selanjutnya dibesarkan dan dikembangkan ke Hatchery Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan kualitas udang vaname yang lebih baik (Ulumiah et al., 2020). Budidaya adalah kegiatan alternatif untuk meningkatkan produksi perikanan. Syarat terlaksananya kegiatan budidaya adalah adanya organisme yang dibudidayakan, media hidup organisme, dan wadah atau tempat budidaya. Udang vaname adalah komoditas udang yang dibudidayakan di Indonesia selain udang windu. Jaya et al (2012) menyatakan bahwa budidaya udang vaname menjadi suatu usaha yang bersifat komersial (dalam budidaya) untuk dikembangkan karena pertumbuhannya relatif cepat, mudah dipelihara, dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan sehingga menjadikan udang vaname cocok untuk usaha budidaya skala kecil maupun besar (Ulumiah et al., 2020). Proses budidaya udang vaname meliputi 3 bagian kegiatan, yaitu pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Kegiatan pembesaran udang vaname meliputi persiapan tambak, pemilihan dan penebaran benih atau pendederan udang vaname, pemeliharaan kualitas air, pengelolaan pakan, hingga panen (Ulumiah et al., 2020). Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam kegiatan budidaya udang vaname adalah pemberian pakan pada udang vaname. Pakan udang vaname membutuhkan 60-70% dari total biaya oprasional. Pemberian pakan yang sesuai kebutuhan udang vaname akan memicu pertumbuhan dan perkembangan udang vaname secara optimal. Hal ini akan menjadikan nilai produktivitas budidaya udang vaname menjadi semakin meningkat. Pemberian pakan berupa pelet dapat dilakukan sejak benur ditebar sampai udang siap dipanen. Pemberian pakan pelet untuk kegiatan budidaya udang vaname harus disesuaikan berdasarkan jumlah dan frekuensi pakan yang diperlukan (Nuhman, 2009). Ukuran dan jumlah pakan yang diberikan harus dilakukan secara cermat dan tepat sehingga udang tidak mengalami kekurangan pakan (underfeeding) atau kelebihan pakan (overfeeding). Pemberian pakan dengan jenis dan ukuran yang berbeda bertujuan agar pakan yang diberikan dapat dimakan oleh udang secara efektif (Untara et al., 2018). Jumlah pakan harus disesuaikan dengan total biomassa udang pada kolam agar tidak terjadi perebutan pakan oleh sesama udang (Ulumiah et al., 2020). Tambak pembesaran uang vaname (Litopenaeus vannamei) Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo Instalasi Gelung merupakan balai milik pemerintah yang bergerak di bidang budidaya perikanan. Beberapa proses kegiatan budidaya udang vaname yang dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo Instalasi Gelung meliputi 3 kegiatan seperti pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Selain itu, balai milik pemerintah ini juga berfokus pada kegiatan pembesaran budidaya udang vaname melalui kegiatan pemberian pakan pelet yang sesuai dalam hal jenis dan jumlahnya. Oleh sebab itu, agar lebih memahami kegiatan budidaya udang vaname secara komprehensif, maka perlu dilakukan kegiatan Praktik Kerja Lapang yang berkaitan dengan kajian manajemen pemberian pakan pelet di tambak pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo Instalasi Gelung.

Kontributor: Abdus Salam Junaedi, S.Si., M.Si
Tanggal tercipta: 2022-06-28
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100029
No Koleksi: 190351100029


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24639-190351100029-PEMBESARAN UDANG VANAME zen fiks.pdf - 4292 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar