Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-16 14:03:01 • 243 klik
PEMERIKSAAN White Spot Syndrome Virus PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN METODE Polymerase Chain Reaction DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO JAWA TIMUR
disusun oleh Finda Aulia Hanifah
| Subyek: | UDANG VANAME |
| Kata Kunci: | UDANG VANAME |
[ Anotasi Abstrak ]
Sektor perikanan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Indonesia memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Kegiatan budidaya udang vaname yang masih sering menghadapi kendala permasalahan penyakit yang mampu mempengaruhi produksi. Salah satu kendala produksi pada kegiatan budidaya tersebut apabila terjadi serangan penyakit (Rusydi et al., 2022). Penyakit yang sering muncul pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) diantaranya disebabkan oleh predator, parasit, bakteri, jamur dan virus. Penyebab penyakit tersebut yang lebih sering muncul adalah bakteri dan jamur. Banyak kegagalan dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang disebabkan oleh virus. Tingkat patogen atau virulensi jenis organisme patogen berbeda tetapi ditimbulkan oleh jenis virus yang sama. Penyakit tersebut sangat bergantung pada jenis dan ukuran udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diserang, serta kondisi lingkungan perairan dan hama dilingkungan sekitar. Lingkungan tambak udang vaname secara intensif akan menyebabkan efek patogenitas yang semakin meningkat karena penerapan tingkat kepadatan yang tinggi serta keadaan lingkungan dan manajemen pakan yang tidak tepat. Kasus penyakit pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) salah satunya disebabkan oleh virus. Virus merupakan organisme parasit yang memiliki ukuran mikroskopik dengan mengandung sejumlah asam nukleat yang sedikit (DNA atau RNA) namun, tidak berkombinasi antar keduanya yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus tersebut akan berlangsung pada reproduksi dalam material hidup dengan memanfaatkan sel makhluk hidup dan tidak mampu menjalankan fungsi biologisnya secara bebas (Diniatik et al., 2011). Penyakit viral yang menginfeksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) diantarnya akibat virus penaeid WSSV (White Spot Syndrome Virus), TSV (Taura Syndrome Virus), IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus) dan YHV (Yellow Head Virus) yang mampu memberikan dampak yang cukup merugikan dalam hal sosial ekonomi seperti halnya pada penurunan produksi serta kehilangan atau kegagalan panen. Salah satu penyakit viral yang menginfeksi pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) cukup ganas yaitu White Spot Syndrome Virus (WSSV) dimana virus ini dapat mengakibatkan kegagalan panen karena adanya penyebaran yang cepat hingga tingkat kematian yang cukup tinggi mencapai 100% dalam waktu 3 hari dengan gejala tampak adanya bercak putih pada tubuh udang kemudian kondisi udang lemah dan berenang ke tepian kolam juga hilangnya nafsu makan hingga ditemukan mati (Yasin et al., 2021). Metode identifikasi penyakit pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada serangan virus dapat dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). PCR merupakan salah satu metode untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi serta mendeteksi adanya penyakit infeksius salah satunya disebabkan oleh virus. Pengembangan metode PCR ini dilakukan guna mengatasi kekurangan atas metode konvensional seperti imunologi dan mikrobiologi. Dasar teknik PCR yaitu amplifikasi fragmen DNA spesifik secara in vitro dimana adanya penggandaan jumlah molekul DNA pada setiap siklus dengan eksponensial dalam waktu yang relatif cukup singkat (Hanggono dan Junaidi, 2015). Metode diagnosis lebih cepat, sensitif dan akurat sebagai langkah pencegahan khususnya pada udang yang akan diekspor maupun impor sangat diperlukan. Diagnosis penyakit atau deteksi jenis virus ini dapat dilakukan dengan metode molekuler yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR). Virus yang menginfeksi udang dalam jumlah sedikit dan belum menimbulkan penyakit pada udang dapat dideteksi sejak dini dengan menggunakan metode PCR. Bahan genetic virus yang jumlahnya sedikit dapat digandakan dengan metode PCR sehingga keberadaannya dapat dilacak dan diambil tindakan pencegahan khususnya pada benur yang akan ditebar.
| Kontributor | : Dr. Haryo Triajie, S.Pi. M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2023-03-16 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200351100056 |
| No Koleksi | : 200351100056 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27386-200351100056-Draf PKL_Finda Aulia H._20-056.pdf - 2824 KB
Dokumen sejenis...- KAJIAN FAKTOR PRODUKSI DAN EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA UDANG VANAME(Studi Kasus di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan)
- STRUKTUR, PERILAKU, DAN PENAMPILAN PASAR PADA PEMASARAN UDANG VANAME DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN
- Manajemen Risiko pada Usaha Budidaya Udang Vaname di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan
- MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus Vanammei) INTENSIF(Studi di Desa Temaji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban)
- Perancangan Model Simulasi dengan Pendekatan Agent Based Modelling pada Sistem Budidaya Udang Vaname di Desa Socah, Kabupaten Bangkalan
Dokumen yang bertautan...- KAJIAN FAKTOR PRODUKSI DAN EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA UDANG VANAME(Studi Kasus di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan)
- STRUKTUR, PERILAKU, DAN PENAMPILAN PASAR PADA PEMASARAN UDANG VANAME DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN
- Manajemen Risiko pada Usaha Budidaya Udang Vaname di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan
- MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus Vanammei) INTENSIF(Studi di Desa Temaji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban)
- Perancangan Model Simulasi dengan Pendekatan Agent Based Modelling pada Sistem Budidaya Udang Vaname di Desa Socah, Kabupaten Bangkalan
Kembali ke Daftar 