Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 14:32:16 • 206 klik
PERBEDAAN SUBSTRAT TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN KARANG Montipora danae SKALA LABORATORIUM DI PT. AGUNG AQUATIC MARINE
disusun oleh Rezza Dwi Andrianto
| Subyek: | KARANG |
| Kata Kunci: | KARANG |
[ Anotasi Abstrak ]
Potensi sumber daya alam laut sangat melimpah di Indonesia sebagai negara maritim. Termasuk di dalamnya kawasan zona coral triangle. Zona wilayah segitiga terumbu karang mencakup enam negara meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomen. Kelimpahan terumbu karang di Indonesia mencapai luas total lebih kurang 51.000.000.000 km2 . Zona segitiga terumbu karang dari total luas 65% Indonesia memberikan sumbangsih sebesar 21% dari luas total, hal ini berdasarkan pernyataan Megawati dan Wati (2010). Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut melimpah disebabkan oleh kondisi geografis negara maritim tersebut. Pusat biodiversitas dunia merupakan julukan negara Indonesia. Terumbu karang digadang-gadang sebagai aset yang berada bagi lingkungan tiga ekosistem penting pesisir. Terumbu karang juga memiliki manfaat terhadap manusia dalam hal estetika pantai. Aktivitas seperti penyelaman, kegiatan pelabuhan, dan aktivitas perikanan sebagainya berkutat ekosistem terumbu karang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mansyur (2016).Terumbu karang berdasarkan pernyataan Sada et al., (2017) dapat melindungi pantai secara fisik. Hal ini ada sangkut pautnya dengan tiga ekosistem penting pesisir di antaranya ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu karang. Jenis terumbu karang yang ada di Indonesia sangat beragam. Pentingnya kesadaran untuk menjaga kelestarian agar keindaham alam tetap terjaga. Hal ini merupakan suatu langkah awal menjaga kelestarian supaya keindahan alam agar tetap bisa dinikmati oleh generasi muda selanjutnya, oleh sebeb itu terumbu karang perlu dikelola secara lestari karena merupakan ekosistem yang sangat produktif. Bali adalah sebuah daerah yang memiliki potensi terumbu karang yang melimpah. Terumbu karang di Bali merupakan salah satu yang paling indah dan beragam di dunia. Selain itu, Bali juga dikenal dengan keindahan terumbu karangnya yang menarik minat para penyelam dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut. Hal ini sesuai dengan pernyataan Twinandia et al, (2011) Bali memiliki bebrapa lokasi yang menakjubkan seperti Pulau Menjangan di Taman Nasional Bali Barat, Pulau Nusa Penida, dan Tulamben dengan bangkai kapal karamnya yang terkenal. Terumbu karang yang subur dan warna-warni di Bali menyediakan habitat yang penting bagi berbagai spesies ikan, moluska, dan organisme laut lainnya. Bali sebagai daerah tujuan pariwisata juga menyadari pentingnya konservasi terumbu karang. Banyak upaya yang dilakukan untuk melindungi dan melestarikan terumbu karang di Bali, seperti pendidikan lingkungan, pengawasan kegiatan manusia di sekitar terumbu karang, serta pengembangan area konservasi dan taman laut. Laju pertumbuhan karang merujuk pada kecepatan di mana karang meningkatkan ukuran dan massa tubuh mereka. Pertumbuhan karang terjadi melalui proses akumulasi kalsium karbonat yang membentuk rangka karang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Silbiger et al, (2019), laju pertumbuhan karang dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti spesies karang, suhu air, ketersediaan nutrisi, dan tingkat cahaya matahari. laju pertumbuhan karang dapat dipengaruhi oleh suhu air. Karang cenderung memiliki Laju pertumbuhan yang lebih tinggi pada suhu air yang lebih hangat, tetapi dalam batas toleransi suhu yang sesuai untuk setiap spesies karang tertentu. Selain itu, beberapa faktor stres seperti perubahan suhu yang drastis, polusi, keasaman laut yang meningkat, atau adanya serangan penyakit dapat mempengaruhi laju pertumbuhan karang secara negatif. Hal ini dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan bahkan kematian karang dalam jangka panjang. Pengaruh substrat terhadap laju pertumbuhan karang sangat penting karena substrat merupakan tempat karang tumbuh dan membentuk koloni. Karang membutuhkan substrat yang sesuai untuk menempel dan berkembang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ysebaert et al. (2019), jenis substrat yang tersedia di suatu daerah dapat mempengaruhi laju pertumbuhan karang. Bebatuan, karang mati, atau struktur buatan manusia seperti terumbu buatan dapat menjadi substrat yang ideal bagi karang untuk menempel dan tumbuh. Substrat yang memiliki tekstur yang kasar dan berpori dapat memberikan tempat yang baik bagi karang muda untuk menempel dan berkembang. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Storlazzi et al. (2022) menunjukkan bahwa substrat yang stabil dan kokoh memiliki pengaruh positif terhadap laju pertumbuhan karang. Substrat yang kuat dan tidak mudah rusak dapat memberikan stabilitas bagi pertumbuhan karang dan memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan baik. Selain jenis substrat, faktor lain seperti kedalaman dan arus air juga dapat mempengaruhi pertumbuhan karang. Kedalaman yang sesuai dan arus air yang moderat dapat membantu menyediakan nutrisi dan oksigen yang cukup bagi karang. Pengetahuan tentang pertumbuhan karang, khususnya laju pertumbuhannya, merupakan salah satu syarat dalam upaya konservasi untuk melindungi terumbu karang. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bentuk pertumbuhan terumbu karang dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk mengkaji dan mengevaluasi pengelolaan terumbu karang secara berkelanjutan di PT. Agung Aquatiq Marine, Bali.
| Kontributor | : Insafitri, S.T., M.Sc., Ph.D |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-03 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100026 |
| No Koleksi | : 200341100026 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27510-200341100026-Rezza Dwi Andrianto#200341100026#Ilmu Kelautan.pdf - 5340 KB
Dokumen sejenis...- Elektronik Pemilihan Kepala Desa Menggunakan Macromedia Flash (Studi Kasus : Desa Jungkarang)
- INVENTARISASI POTENSI EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK EKOWISATA BAHARI (SNORKELING DAN SELAM) DI PULAU MAMBURIT KEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP
- ANALISIS KECEPATAN PERTUMBUHAN LARVA PLANULA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BIOREEFTEK DI PERAIRAN MANDANGIN SAMPANG – MADURA
- Keanekaragaman Pola Tanam dan Pemanfaatan Tanaman Pekarangan di Tiga Desa Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.
- MODEL PENANAMAN PADA PEKARANGAN DI TIGA KECAMATAN KABUPATEN SUMENEP.
Dokumen yang bertautan...- Elektronik Pemilihan Kepala Desa Menggunakan Macromedia Flash (Studi Kasus : Desa Jungkarang)
- INVENTARISASI POTENSI EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK EKOWISATA BAHARI (SNORKELING DAN SELAM) DI PULAU MAMBURIT KEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP
- ANALISIS KECEPATAN PERTUMBUHAN LARVA PLANULA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BIOREEFTEK DI PERAIRAN MANDANGIN SAMPANG – MADURA
- Keanekaragaman Pola Tanam dan Pemanfaatan Tanaman Pekarangan di Tiga Desa Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.
- MODEL PENANAMAN PADA PEKARANGAN DI TIGA KECAMATAN KABUPATEN SUMENEP.
Kembali ke Daftar 