Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-06-27 15:10:53  •  255 klik

METODE PENGAMATAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DALAM KOLAM BETON K11 dan K12 DI UPT BAPL BANGIL INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK
disusun oleh M. Dicki Ferdiyanto

Subyek: UDANG VANAME
Kata Kunci: UDANG VANAME

[ Anotasi Abstrak ]

Udang merupakan sebuah komoditas yang banyak di minati oleh berbagai kalangan. Udang di Indonesia di ekspor dan menjadi pengekspor ke luar negeri terbanyak di dunia. Udang tercatat berada pada peringkat kedua ekspor perikanan Indonesia setelah kelompok TTC (tuna, tongkol, cakalang) dengan volume sebesar 11,15% dan nilai ekspornya mencapai 33,10%. Negara tujuan ekspor udang di Indonesia tertinggi adalah Malaysia, yaitu sebesar US$2.826,55 ribu. Ekspor udang segar Indonesia ke Malaysia mencapai 33,84% disusul oleh Singapura sebesar 15% (Ashar et al., 2016). Besarnya tingkat ekspor menjadikan udang vaname di Indonesia di budidayakan dengan berbagai pola pemeliharaan. Pola pemeliharan tersebut anatara lain pola pemeliharaan tradisional, pola pemeliharaan semi intensif dan pola pemeliharaan supra intensif (Effendi et al., 2018). Pola pemeliharaan udang akan mempengaruhi pertumbuhan udang. Pengaruh lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan udang adalah berasal dari pakan. Menurut Riani et al (2012), Pertumbuhan disebabkan oleh adanya pertambahan jaringan dari sel secara mitosis karena terjadi kelebihan energi dan protein yang berasal dari pakan. Faktor lain, selain pakan yang mempengaruhi pertumbuhan udang vaname yakni jenis kolam yang di gunakan pada proses budidaya udang vaname. Kolam yang di gunakan sebagai budidaya memiliki ukuran dan jenis tertentu. Kolam yang biasa digunakan adalah kolam kolam beton. Kolam jenis terebut tersebut dapat menyesuaikan luas lahan yang di pakai dan tergolong tahan lama. Kolam beton yang digunakan sebelumnya dilakukan pengkapuran di dasar kolam untuk mencegah unsur biotik dan hama yang merugikan atau pengeringan air dalam. Pengeringan kolam ini dengan cara dibiarkan selama 3 hari untuk memastikan bakteri yang ada tadi benar – benar hilang dan mati (Kusyairi et al., 2019). Kolam beton yang di gunakan pada saat proses budidaya udang vaname sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan udang. Pengamatan pertumbuhan dilakukan untuk mengetahui kondisi udang saat di budidaya (Kusyairi et al., 2019).. Pengamatan udang dapat di lakukan dengan menggunakan metode tertentu. Oleh karena itu, dilakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) dengan tujuan untuk untuk mengetahui bagaimana metode dalam mengamati pertumbuhan udang vaname dalam kolam beton K11 dan K12 di Instalasi Budidaya Laut Prigi, Trenggalek. Tujuan lainnya dari dilakukannya PKL adalah mengetahui bagaimana pertumbuhan dan faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan udang vaname pada kolam tersebut

Kontributor: Maulinna Kusumo Wardani, S.Kel., M.Si.,
Tanggal tercipta: 2023-05-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100112
No Koleksi: 200341100112


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27536-200341100112-M. Dicki Ferdiyanto#20034110112#Ilmu Kelautan.pdf - 6846 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar