Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 11:18:52  •  453 klik

PROSES PRODUKSI SUSU PASTEURISASI DI KPSP SETIA KAWAN NONGKOJAJAR PASURUAN
disusun oleh SIVAUN BAGUS ARDIANSYAH

Subyek: SUSU
Kata Kunci: SUSU

[ Anotasi Abstrak ]

Susu murni dapat disimpan pada suhu kamar selama empat jam dapat dilihat dari uji asam (pH), uji didih dan waktu reduksi. Kualitas susu akan menurun jika disimpan pada suhu ruangan dalam waktu lama tua, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi (Asmaq Marisa, 2020). Nilai gizi yang tinggi pada susu berakibat susu akan mudah rusak oleh pertumbuhan mikroba, menjadikan penanganan susu segar proses yang penting dalam penyediaan susu. Proses produksi meliputi penerimaan bahan baku sampai dengan proses akhir menjadi suatu produk jadi. Proses produksi susu penggunaan mesin Plat Heat Exchager (PHE) dapat mengakibatkan kerusakan pada susu. Pencegahan dalam adanya kerusakan susu dapat dilakukan dengan cara pasteurisasi (Faridah Febrianti, 2019). Proses produksi pasteurisasi adalah salah satu metode pengolahan susu yang baik untuk diimplementasikan dalam proses pemerahan hingga pengemasan. Setiap tahapan proses produksi akan mempengaruhi kualitas akhir. Proses pasteurisasi merupakan salah satu cara pengolahan yang dapat memperpanjang umur simpan susu (Kristanti, 2017). Bakteri yang mencemari susu di klasifikasikan menjadi dua bagian yaitu bakteri patogen dan bakteri pembusuk. Prinsip pasteurisasi adalah pemanasan suatu produk dengan suhu dibawah titik didih 100 ̊C. Pasteurisasi dilakukan pada produk yang tidak tahan suhu tinggi, termasuk susu. Tujuan pasteurisasi adalah membunuh mikroorganisme yang bersifat patogen (Prasetyo et al., 2020). Pentingnya tahapan proses produksi yang termasuk dalam pengolahan susu yaitu ketika susu murni dimaksudkan untuk diubah menjadi susu pasteurisasi dalam keadaan baik, dengan ciri fisik susu berwarna putih kekuningan, berbau menyengat non-pedas, non-dadih dan susu dalam kondisi bersih sehingga dampak negatifnya sangat kecil. Produksi susu pasteurisasi yang berbahan dasar susu rusak akan berbahaya atau dapat mempengaruhi kesehatan manusia, sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang susu sapi. Penempatan susu pasteurisasi juga akan mempengaruhi kualitasnya dengan meletakkan botol penyimpanan susu dalam ruang dingin mengurangi jumlah mikroorganisme dalam proses distribusi dan penyimpanan susu (Wulandari et al., 2017). Berdasarkan latar belakang diatas, pembahasan laporan Praktik Kerja Lapang lebih menekankan dan mengarah pada kondisi di KPSP Setia Kawan Nongkojajar Pasuruan yang berkaitan dengan proses produksi susu pasteurisasi yang di kelola KPSP Setia Kawan. Proses produksi dapat didefinisikan sebagai cara, metode, dan teknik menciptakan atau meningkatkan penggunaan barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada meliputi (pekerjaan, mesin, bahan, aset). Sebagai hasil dari proses PKL di KPSP Setia Kawan Nongkojajar berlokasi di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian penulis mengidentifikasi objek pembahasan mengenai “Proses Produksi Susu Pasteurisasi di KPSP Setia Kawan, Nongkojajar Pasuruan”

Kontributor: Khoirul Hidayat, S.T.,M.T
Tanggal tercipta: 2023-06-21
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100084
No Koleksi: 200331100084


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27666-200331100084-SIVAUN BAGUS ARDIANSYAH_200331100084_LAPORAN PKL.pdf - 1007 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar