Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 11:21:49 • 559 klik
PENGENDALIAN MUTU BAHAN BAKU SUSU SEGAR DI KPSP SETIA KAWAN NONGKOJAJAR PASURUAN
disusun oleh DWI NOPVITA ANGGRAENI
| Subyek: | SUSU |
| Kata Kunci: | SUSU |
[ Anotasi Abstrak ]
Susu adalah sumber protein hewani yang berperan penting karena memiliki kandungan nutrisi tinggi sehingga diperlukan untuk kesehatan dan pertumbuhan manusia. Manusia membutuhkan semua zat yang terkandung dalam susu, antara lain protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil susu terbesar di Indonesia. Susu yang dihasilkan sapi perah lebih besar yaitu sekitar 80% daripada susu yang dihasilkan oleh kambing atau domba (Murti, 2014). Hasil rata-rata produksi susu sapi perah dari produksi nasional pada tahun 2020 yaitu sebesar 475,12 ribu ton atau 55,50% lebih tinggi dari Jawa Barat yaitu sebesar 260,43 ribu ton dan Jawa Tengah sebesar 98,86 ribu ton (Agustina, 2016). Seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebutuhan protein hewani menjadikan susu penting untuk dikomsumsi (Anindita dan Soyi, 2017). Susu dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai minuman sehat. Pernyataan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar. Selain diperlukan bagi manusia, komposisi gizi susu juga diperlukan oleh mikroorganisme. Susu yang tidak layak untuk dikonsumsi melalui proses pengolahan susu yang tidak sesuai standar, karena susu tersebut mengandung banyak pathogen yang berbahaya (Abreu et al., 2012). Susu yang tidak layak konsumsi biasanya mengalami perubahan akibat metabolism mikroorganisme ada produk susu tersebut. Perubahan tersebut dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kontaminasi produk susu dengan mikroorganisme. Perubahan akibat mikroorganisme biasanya terjadi pada susu yang tidak layak konsumsi. Perubahan tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui kontaminasi mikroorganisme pada susu. Umur simpan susu yang relatif singkat disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme (Malik et al., 2012). Salah satu produsen susu segar di Jawa Timur adalah Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan. KPSP Setia Kawan merupakan suatu koperasi peternakan sapi perah yang berlokasi di Nongkojajar, Pasuruan. Susu segar yang dihasilkan oleh KPSP Setia Kawan sendiri juga diperoleh dari anggota. Anggota KPSP Setia Kawan dapat beternak sapi perah dan hasil susu segarnya dijual kepada KPSP Setia Kawan. Susu tersebut kemudian ditampung dan disetorkan kepada Industri Pengolahan Susu (IPS). KPSP Setia Kawan telah bekerja sama dengan beberapa IPS diantaranya yaitu PT. Indolakto, Cimory Santul Bogor, Diamond Jakarta, Frisian Flag Indonesia (FFI). KPSP Setia juga memproduksi olahan susu seperti susu NJJ milk, permen susu, kerupuk susu, yoghurt dan keju mozzarella. Secara keseluruhan, peternak sapi perah lokal masih menghasilkan kualitas susu di bawah standar sehingga mengakibatkan rendahnya harga jual di tingkat koperasi dan IPS (Usmiati dan Abubakar, 2009). Pengendalian mutu susu merupakan faktor penting agar mutu susu yang dihasilkan dapat meningkatkan harga susu dan tidak kalah di pasaran, serta terhindar dari kerusakan dan penyimpangan dari standar yang ditentukan. Susu sapi lebih mudah rusak dan terkontaminasi dibandingkan produk hewani lainnya. Oleh karena itu, pengujian dengan benar dan cepat sangat penting untuk dilakukan karena untuk menjaga kualitas susu agar layak konsumsi dan memenuhi standar. Proses pengendalian mutu suatu produk pangan haruslah dimulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi susu sampai pengemasan dan pendistribusian produk jadi.
| Kontributor | : Khoirul Hidayat, S.T.,M.T |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-21 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200331100064 |
| No Koleksi | : 200331100064 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27667-200331100064-DWI NOPVITA A._200331100064_Laporan PKL.pdf - 1239 KB
Dokumen sejenis...- PENGARUH PERBEDAAN PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN PENERIMAAN KONSUMEN STICK SUSU
- ANALISIS KONTRIBUSI NILAI TAMBAH INDUSTRI SUSU DI KOPERASI SAE PUJON KABUPATEN MALANG
- PENGARUH PEMANFAATAN TUTUP BEKAS KALENG SUSU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PENGUKURAN WAKTU KELAS 2 SDN KESEK 1 KECAMATAN LABANG
- DAYA SAING DAN EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KOMODITAS SUSU SAPI PERAH DI KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN
- EFISIENSI PRODUKSI USAHATERNAK RAKYAT SUSU SAPI PERAH DI KABUPATEN PASURUAN
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH PERBEDAAN PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN PENERIMAAN KONSUMEN STICK SUSU
- ANALISIS KONTRIBUSI NILAI TAMBAH INDUSTRI SUSU DI KOPERASI SAE PUJON KABUPATEN MALANG
- PENGARUH PEMANFAATAN TUTUP BEKAS KALENG SUSU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PENGUKURAN WAKTU KELAS 2 SDN KESEK 1 KECAMATAN LABANG
- DAYA SAING DAN EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KOMODITAS SUSU SAPI PERAH DI KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN
- EFISIENSI PRODUKSI USAHATERNAK RAKYAT SUSU SAPI PERAH DI KABUPATEN PASURUAN
Kembali ke Daftar 