Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-27 07:44:13 • 432 klik
ANALISIS BAHAN ORGANIK TOTAL, AMMONIUM, NITRAT, NITRIT, DAN FOSFAT PADA TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di PT. TANJUNG BUMI AKUAKULTUR INDONESIA BANGKALAN JAWA TIMUR
disusun oleh SEKAR WANGI DYAH KUSUMAWARDANI
| Subyek: | UDANG VANAME |
| Kata Kunci: | UDANG VANAME |
[ Anotasi Abstrak ]
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas yang unggul dimana hal ini sudah ditetapkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Udang vaname mempunyai pangsa pasar yang luas, sehingga tidak heran jika banyak orang yang ingin berinventasi pada kegiatan budidaya udang vaname. Permintaan udang vaname yang meningkat dari tahun ke tahun didasari oleh pertumbuhan produk dunia yang pesat serta kesadaran akan pertumbuhan nutrisi dari udang vaname itu sendiri, dimana udang vaname mengandung banyak protein. Udang vaname merupakan salah satu organisme yang dapat hidup di laut yang berpotensi untuk di ekspor, bahkan devisa negara hasil perikanan lebih dari 50% berasal dari komoditas udang (Prakoso et al., 2016). Udang vaname merupakan udang yang tahan akan penyakit, sehingga peminat dalam budidaya udang vaname semakin meningkat. Peminat udang vaname tidak hanya dari warga lokal atau negara Indonesia saja, bahkan tujuan terbanyak eskpor udang vaname pada negara Singapura, Malaysia, Tiongkok dan negara lainnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan beberapa negara dengan nilai ekspor udang vaname terbanyak pada negara Singapura menempati urutan teratas, negara tujuan ekspor udang budidaya terbesar mencapai 1,89 juta kg, Malaysia berada pada urutan berikutnya sebesar 2,07 juta kg, kemudian ekspor udang budidaya pada negara Tiongkok sebanyak 733,3 ribu kg (Prakoso et al., 2016). Farionita et al (2018), menyatakan budidaya udang vaname yang menggunakan metode tambak intensif memiliki padat tebar benur yang tinggi, sehingga produktivitas persatuan luas tambak relatif lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan metode budidaya tradisional. Budidaya udang vaname dengan cara tradisional, membutuhkan biaya untuk budidaya yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode budidaya pada tambak intensif. Hal ini, menyebabkan padat tebar benur lebih rendah, sehingga produktivitas persatuan tambak lebih rendah. Budidaya udang vaname super intensif sepenuhnya mengandalkan masukan pakan berupa pellet yang mencapai kisaran 60-70%. Akibat tebar benur yang tinggi dapat menyebabkan endapan pakan pada dasar permukaan perairan. Pemberian pakan yang di berikan sebagian besar akan dimanfaatkan oleh udang melalui proses pencernaan, sehingga akan memperoleh energi dan nutrisi yang tersimpan dalam jaringan udang sebagai biomassa. Sisa pakan yang terbuang sebagai hasil ekskresi baik dalam bentuk terlarut maupun feses yang terbuang kedalam badan air akan mengalami proses pelarutan, sedimentasi, mineralisasi dan disperse (Suriawan et al., 2019). Sisa pakan yang tidak termakan akan mengalami pelarutan pada sedimentasi dasar perairan. Sisa pakan dan feses udang merupakan potensi sumber bahan organik N dan P yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan (eutrofikasi) dan kelayakan kualitas air bagi kehidupan udang. Hal ini juga dapat menjadi salah satu aspek penentu daya dukung lingkungan perairan bagi upaya optimalisasi alokasi sumberdaya perikanan budidaya yang berkelanjutan. Budidaya udang secara intensif memiliki padat tebar benur yang cukup tinggi dengan jumlah pemberian pakan yang cukup banyak. Pakan yang tidak termakan dan sisa metabolisme udang akan menjadi bahan pencemar dan terakumulasi menjadi bahan organik sehingga dapat memicu peningkatan konsentrasi ammonia (NH3). Suhendar et al (2020), menjelaskan bahwa ketika bahan organik mencapai nilai 17,73 mg/l akan menghasilkan ammonia (NH3) pada batas maksimum (0,1 mg/l), dan ketika bahan organik mencapai nilai 88,4 mg/l akan menghasilkan nitrit (NO2) pada batas maksimum (0,06 mg/l), dimana nilai tersebut merupakan batas maksimum untuk budidaya udang vaname. Padatan tersuspensi dalam media pemeliharaan udang vaname didominasi oleh bahan organik sebesar 94-96% yang diantaranya terdiri dari plankton, bakteri, khamir, dan partikel fermentasi (Syah et al., 2014). Pentingnya menjaga stabilitas keseimbangan senyawa nitrogen (NH3, NO2, dan NO3) serta total bahan organik yang masuk kedalam perairan tambak intensif agar kebutuhan udang terpenuhi dengan semestinya. Hal ini perlu adanya pemantuan dengan melihat fluktasi bahan organik total, ammonium, nitrat, nitrit dan fosfat yang terjadi pada PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia (TBAI) Bangkalan, Jawa Timur. PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia merupakan salah satu instansi yang termasuk dalam tambak udang intensif dengan berbagai parameter pengujian seperti bahan organik total, hardness, alkalinitas, amonia, nitrat, nitrit, fosfat, bakteri, virus, dan juga plankton. Sehingga atas dasar pemikiran tersebut, dilakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) yang bertujuan untuk mengetahui prosedur Analisis bahan organik total, ammonium, nitrat, nitrit dan fosfat pada tambak udang vaname di PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia (TBAI) Bangkalan, Jawa Timur.
| Kontributor | : Indah Wahyuni Abida, S.Pi., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-13 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200351100020 |
| No Koleksi | : 200351100020 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-28552-200351100020-SEKAR WANGI D.K_200351100020_LAPORAN PKL.pdf - 2509 KB
Dokumen sejenis...- KAJIAN FAKTOR PRODUKSI DAN EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA UDANG VANAME(Studi Kasus di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan)
- STRUKTUR, PERILAKU, DAN PENAMPILAN PASAR PADA PEMASARAN UDANG VANAME DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN
- Manajemen Risiko pada Usaha Budidaya Udang Vaname di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan
- MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus Vanammei) INTENSIF(Studi di Desa Temaji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban)
- Perancangan Model Simulasi dengan Pendekatan Agent Based Modelling pada Sistem Budidaya Udang Vaname di Desa Socah, Kabupaten Bangkalan
Dokumen yang bertautan...- KAJIAN FAKTOR PRODUKSI DAN EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA UDANG VANAME(Studi Kasus di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan)
- STRUKTUR, PERILAKU, DAN PENAMPILAN PASAR PADA PEMASARAN UDANG VANAME DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN
- Manajemen Risiko pada Usaha Budidaya Udang Vaname di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan
- MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus Vanammei) INTENSIF(Studi di Desa Temaji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban)
- Perancangan Model Simulasi dengan Pendekatan Agent Based Modelling pada Sistem Budidaya Udang Vaname di Desa Socah, Kabupaten Bangkalan
Kembali ke Daftar 