Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ilmu Hukum
di-posting oleh 220111100288 pada 2026-10-22 11:10:03  •  34 klik

KONFLIK KEPENTINGAN PENGELOLAAN SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) OLEH YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI DENGAN TUGAS KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM KERANGKA HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
CONFLICT OF INTEREST BETWEEN THE MANAGEMENT OF THE NUTRITIONAL SUPPORT SERVICE UNIT (SPPG) BY THE KEMALA BHAYANGKARI FOUNDATION AND THE DUTIES OF THE INDONESIAN NATIONAL POLICE WITHIN THE FRAMEWORK OF ADMINISTRATIVE LAW

disusun oleh SHADDAM CHUSEIN


Subyek: Konflik Kepentingan
Kewenangan
Kepolisian
SPPG
Hukum Administrasi Negara
Kata Kunci: Authority
Ultra Vires
Police
SPPG
State Administrative Law

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini mengkaji konflik kepentingan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dikaitkan dengan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), ditinjau dari perspektif Hukum Administrasi Negara. Keterlibatan Polri dalam membangun dan mengoperasikan 1.179 unit SPPG melalui yayasan yang berafiliasi dengannya menimbulkan persoalan yuridis mengenai potensi konflik kepentingan, mengingat Polri memiliki fungsi pengawasan dan penegakan hukum yang seharusnya independen dari kepentingan institusional dalam pengelolaan program tersebut.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan SPPG oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dengan tugas Polri, serta mengkaji akibat hukum yang ditimbulkannya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dianalisis secara kualitatif-preskriptif.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa afiliasi struktural antara Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam pengelolaan SPPG berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, karena Polri memiliki kewenangan koersif dan fungsi pengawasan yang beririsan dengan ruang kelola yayasan afiliasinya, tanpa dasar atribusi, delegasi, atau mandat yang sah dari Badan Gizi Nasional. Kondisi tersebut berakibat hukum berupa potensi pelanggaran larangan mencampuradukkan wewenang sebagaimana diatur Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014, ketidakjelasan pertanggungjawaban hukum, serta berpotensi dibatalkan melalui mekanisme peradilan tata usaha negara. Diperlukan penegasan regulasi mengenai batas keterlibatan lembaga keamanan dalam program kesejahteraan publik guna mencegah konflik kepentingan serupa di kemudian hari.


Deskripsi Lain

This study examines the overlapping authority of the Indonesian National Police (Polri) in the implementation of the Nutrition Fulfillment Service Unit (SPPG) from the perspective of State Administrative Law. Polri's involvement in building and operating 1,179 SPPG units through the Kemala Bhayangkari Foundation raises legal questions regarding the basis of its authority, given that the management of the Free Nutritious Meal Program (MBG) normatively falls under the attributive authority of the National Nutrition Agency (BGN), stipulated in Presidential Regulation Number 83 of 2024 and Presidential Regulation Number 115 of 2025.rnThis research aims to analyze the legal basis of Polri's authority in implementing SPPG and to examine its conformity with the doctrine of ultra vires in State Administrative Law. The study employs a normative juridical method using a statute approach and a conceptual approach, analyzed qualitatively through a prescriptive-analytical technique.rnThe findings show that neither Law Number 2 of 2002 concerning the Indonesian National Police the regulations governing BGN grant Polri any attributive, delegated, mandated authority to administer SPPG. Insofar Polri acts in its institutional capacity and uses the designation “SPPG Polri” in state ceremonial forums, such actions fulfill the elements of substantive ultra vires and potentially constitute an abuse of authority prohibited under Article 17 paragraph (1) of Law Number 30 of 2014. The legitimacy of Polri's involvement can only be sustained insofar it is interpreted an act of the Kemala Bhayangkari Foundation an independent legal entity, rather than an extension of the police’s functional authority.

Kontributor: MUKHLIS, S.H.,M.H.
Tanggal tercipta: 2026-10-01
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280
No Koleksi: 220111100288


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Abstract.pdf - 118 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Cover.pdf - 2301 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Chapter1.pdf - 127 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Chapter2.pdf - 144 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Chapter3.pdf - 155 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Conclusion.pdf - 93 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-References.pdf - 103 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42280-Appendices.pdf - 88 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar