Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Master Thesis S-2 » S2 Akuntansi
di-posting oleh 240251100007 pada 2026-10-22 01:10:03  •  21 klik

Budaya Diam dan Pembiaran dalam Normalisasi Fraud pada Pengadaan Barang dan Jasa: Studi Fenomenologi pada Perangkat Daerah X Kabupaten Y
A Culture of Silence and Acquiescence in the Normalization of Fraud in the Procurement of Goods and Services: A Phenomenological Study of Regional Government Unit X in Regency Y

disusun oleh MISBAHUD DZURRIYAH


Subyek: Akuntansi Forensik
Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Budaya Diam
Normalisasi Fraud
Kata Kunci: budaya diam
pembiaran
normalisasi fraud
pengadaan barang dan jasa
konformitas
Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)

[ Anotasi Abstrak ]

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pegawai Perangkat Daerah X memaknai, menegosiasikan, dan mereproduksi budaya diam ketika menghadapi praktik fraud dalam pengadaan barang dan jasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) terhadap lima informan yang terlibat langsung dalam proses pengadaan. Hasil penelitian menunjukkan variasi pemaknaan informan yang dapat dipahami melalui tiga bentuk konformitas Kelman, kepatuhan, identifikasi, dan internalisasi, namun tidak satu pun mencapai internalisasi penuh karena masing-masing mempertahankan “sisa integritas” sebagai garis personal yang tidak dilanggar. Pegawai menegosiasikan tekanan melalui resistensi tersembunyi, seperti pencatatan diam-diam dan pembatasan keterlibatan kognitif. Analisis kasus negatif mengungkap fenomena “solidaritas diam”, yaitu saling mengetahui penyimpangan tanpa pernah mengungkapkannya, yang memperkuat jebakan kolektif untuk tetap diam. Budaya diam direproduksi melalui transmisi norma antargenerasi pegawai dan tersingkirnya figur yang berani berbeda pendapat. Penelitian ini mengonfirmasi sekaligus memperkaya teori konformitas Asch dan Kelman melalui konsep “sisa integritas” pada kondisi internalisasi parsial. Temuan ini merekomendasikan pergeseran strategi pencegahan fraud dari pendekatan individual menuju pendekatan sistemik yang menyasar budaya organisasi, penguatan saluran pelaporan aman, dan perlindungan bagi figur yang berani bersuara.


Deskripsi Lain

This study explores how employees of Regional Government Agency X interpret, negotiate, and reproduce a culture of silence when confronted with fraud in the procurement of goods and services. Using a qualitative phenomenological approach (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) with five informants directly involved in procurement, the findings show variation in meaning-making explained through three forms of Kelman’s conformity process, compliance, identification, and internalization, yet none reached full internalization, each retained a “residual integrity” functioning a personal line they refused to cross. Employees negotiated pressure through covert resistance, such hidden documentation and limited cognitive involvement. Negative case analysis revealed “silent solidarity,” where employees mutually knew about deviations without ever voicing them, reinforcing collective entrapment in silence. The culture of silence was reproduced through intergenerational transmission of norms and the elimination of dissenting voices. This study confirms and enriches Asch’s and Kelman’s conformity theories through the concept of “residual integrity” under partial internalization, and recommends shifting fraud-prevention strategies from an individual approach toward one targeting organizational culture, safe reporting channels, and protection for those who speak up.

Kontributor: Alexander Anggono, S.E., M.Si., Ph.D.; Dr. Fitri Ahmad Kurniawan, S.E., M.Ak., Ak., CA.
Tanggal tercipta: 2026-10-16
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Thesis-42282
No Koleksi: 240251100007


Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Abstract.pdf - 212 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Cover.pdf - 905 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter1.pdf - 202 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter2.pdf - 437 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter3.pdf - 294 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter4.pdf - 792 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter5.pdf - 209 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter6.pdf - 217 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Chapter7.pdf - 220 KB
 File PDF  10. TRUNOJOYO-Thesis-42282-Conclusion.pdf - 259 KB
 File PDF  11. TRUNOJOYO-Thesis-42282-References.pdf - 179 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar