Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-24 09:31:58 • 478 klik
PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN PADA TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum Sp.) DI CV. SEKARTIKA JATI KENCANA
disusun oleh FIRDAUS KIRANA ANNISANASTITI
| Subyek: | PANEN DAN PASCA PANEN KRISAN CV. SEKARTIKA JATI KENCANA |
| Kata Kunci: | PANEN DAN PASCA PANEN KRISAN CV. SEKARTIKA JATI KENCANA |
[ Anotasi Abstrak ]
Bunga krisan atau yang lebih dikenal dengan nama bunga seruni atau bunga emas (gold flower) adalah salah satu jenis tanaman hias yang memiliki banyak manfaat dan semakin populer di kalangan masyarakat (Amarta, 2007 dalam Pratomo et.al, 2013). Bunga krisan memiliki berbagai variasi baik bentuk maupun warnanya sehingga menjadikan bunga ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Bunga krisan menjadi salah satu bunga potong yang banyak digemari masyarakat. Bunga Krisan banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, bahkan budidaya bunga krisan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat seperti halnya yang terjadi di Desa Ngasem, Jawa Tengah. Hal ini di karenakan bunga krisan tidak hanya memiliki keindahan yang khas, namun bunga krisan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bunga krisan termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman hias bunga. Salah satu komoditas pertanian yang akan selalu dibutuhkan manusia serta memiliki peranan penting dalam komoditas pertanian adalah tanaman hias (Pratama et.al, 2018). Tanaman Krisan juga tergolong sebagai tanaman perdu atau semi perdu yang berasal dari Jepang dan Cina Utara (Prabawa et.al, 2021). Agar dihasilkan bunga yang indah dan berkualitas, maka dalam prose pembudidayaan penting untuk memilih benih unggul yang akan dibudidayakan yang kemudian harus diberi perlakuan atau perawatan yang tepat dan diberikan penanganan yang baik dan benar saat panen dan pascapanen sehingga dapat menghasilkan bunga yang indah dengan kualitas yang baik. Bunga krisan tidak hanya memiliki keindahan yang khas, namun juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan. Hampir seluruh bagian dari bunga krisan mulai dari bunga, daun dan batangnya dapat diolah menjadi obat. Bunga krisan yang sudah diolah menjadi obat dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit salah satunya untuk mengobati flu, mengatur tekanan darah, membantu detoksifikasi, meningkatkan sistem penglihatan, menyembuhkan batuk, nyeri perut, sesak nafas dan sakit kepala akibat sinusitis (Lin dan Harnly, 2010; Rukmana dan Mulyana, 1997 dalam Setiawati, 2019). Bunga krisan menjadi salah satu komoditi flotikultur yang sedang banyak dibudidayakan oleh para petani Indonesia karena selain memiliki keindahan yang khas dan beragam manfaat untuk kesehatan, bunga krisan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Permintaan bunga krisan di pasaran juga semakin meningkat mengingat bunga ini memiliki banyak kegunaan. Bunga krisan seringkali digunakan sebagai keperluan dekorasi, bahan pembuatan parfum, digunakan dalam acara keagamaan maupun sebagai campuran beberapa minuman. Bunga krisan yang dimanfaatkan sebagai bunga potong perlu dijaga kesegarannya setelah dilakukan kegiatan panen. Hal ini karena bunga krisan sudah tidak lagi mendapat nutrisi yang sama seperti saat masih tertanam di dalam tanah. Bunga krisan yang telah dipanen sebaiknya segera diletakkan dalam wadah berisi air agar tidak layu. Bunga krisan yang dimanfaatkan sebagai bunga potong mengutamakan keindahan dan kesegaran bunga, oleh karena itu diperlukan penanganan yang baik untuk menjaga keindahan serta kesegaran bunga. Tehnik pengemasan bunga krisan menjadi tahap yang penting untuk diperhatikan bagi bunga yang akan didistribusikan, jika pengemasan dilakukan dengan sembarangan maka akan berakibat kerusakan pada bunga karena nantinya bunga akan dikirim dalam jumlah besar dan disusun secara bertumpuk sehingga pengemasan harus dilakukan dengan baik dan rapih. Bunga yang tetap terjaga keindahan dan kesegarannya akan membuat konsumen lebih tertarik dan senang saat melihat bunga tersebut. Diperlukan perlakuan yang baik dan tepat selama proses budidaya agar kandungan baik yang terdapat dalam bunga krisan tetap terjaga. Mulai dari pembibitan, perawatan, hingga proses panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik dan tepat sehingga kualitas bunga dapat terjaga dan tidak akan mengurangi manfaatnya. Proses panen dan pasca panen menjadi salah satu proses yang penting dan perlu diperhatikan karena proses panen dan pasca panen merupakan bagian akhir dari proses budidaya yang akan menentukan kualitas bunga selanjutnya. Dapat dikatakan bahwa penangan dalam proses panen dan pasca panen adalah penentu layak atau tidaknya bunga krisan didistribusikan kepada masyarakat, sehingga diperlukan pemahaman lebih mengenai penanganan panen dan pascapanen agar bunga tidak rusak dan menurun kualitasnya saat berada di tangan konsumen.
| Kontributor | : Dr. Ir. Siti Fatimah, MSi |
| Tanggal tercipta | : 2022-05-10 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190311100087 |
| No Koleksi | : 190311100087 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23723-190311100087-Firdaus Kirana Annisanastiti_190311100087_Agroteknologi.pdf - 1289 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- TEKNIK PEMBIBITAN BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) DI CV. SEKARTIKA JATI KENCANA
- TEKNIK PEMELIHARAAN BUNGA KRISAN(Chrysanthemum sp.) DI CV. SEKARTIKA JATI KENCANA
- PANEN DAN PASCAPANEN BUNGA KRISAN (Chrysantheumum sp.) DI CV.SEKARTIKA JATI KENCANA
- PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum spp.) DI CV. SEKARTIKA JATI KENCANA, KOTA BATU
- PERSIAPAN LAHAN PADA BUDIDAYA BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) POTONG DI CV SEKARTIKA JATI KENCANA
Kembali ke Daftar 