Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh yoga pada 2024-07-03 16:47:53  •  267 klik

EVALUASI KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BANGSRING UNDERWATER (BUNDER), KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN METODE POINT INTERCEPT TRANSECT (PIT)
disusun oleh Nanda Teguh Junianto

Subyek: TERUMBU KARANG
Kata Kunci: Ekologi Terumbu Karang
Kondisi Ekosistem Terumbu Karang
Bangsring Underwater
Metode Point Intercept Transect (PIT)
Parameter Oseanografi

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia memiliki wilayah laut sangat luas yang kini mencapai dua sepertiga luas wilayah keseluruhannya. Potensi Indonesia di bidang kelautan sangat besar dengan didukungnya wilayah lautnya. Salah satu potensinya adalah ekosistem terumbu karang. Namun, apabila ditinjau dari kondisi saat ini dimana marak terjadinya pembuangan limbah secara langsung, eksploitasi yang tidak terkontrol, serta fenomena ENSO yang terjadi baru-baru ini menyebabkan dampak yang buruk terhadap terumbu karang dan kehidupan lain didalamnya. Berdasarkan hasil survey pada tahun 2019 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Coral Triangle Initiative (CTI), telah dilakukan monitoring kondisi terumbu karang pada 1153 stasiun seluruh Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa hanya terdapat 6.42% terumbu karang dalam kondisi sangat baik. Sedangkan terumbu karang dengan kondisi baik 22.38%, kondisi cukup 37.38%, dan kondisi buruk memiliki persentase cukup besar yaitu sebesar 33.82% (Hadi et al., 2020). Data persentase menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia berada di kondisi yang krusial dan hal ini dapat berdampak terhadap ekosistem terumbu karang baik secara nilai dan fungsi ekologisnya. Dahulu, kondisi terumbu karang di perairan Bangsring Underwater ternilai rusak karena nelayan pada masa itu masih menggunakan bom untuk menangkap ikan. Seiring berjalannya waktu, para nelayan sadar sehingga memutuskan untuk melakukan rehabilitasi terumbu karang. Menurut Fattah et al., (2023) Bangsring Underwater (Bunder) adalah sebuah wisata bahari yang mengandalkan ekosistem terumbu karang dan terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Bangsring Underwater mulai dikelola oleh sekelompok nelayan pada tahun 2008 dan diresmikan pada tahun 2014 dengan konsep ekowisata. Pengelolaan ekosistem terumbu karang telah dilakukan mulai tahun 2008 hingga 2020 yang menghasilkan tambahan 3,5 ha kawasan terumbu karang hidup. Bertambahnya kawasan terumbu karang di Bangsring Underwater membuka potensi besar dalam bidang wisata bahari seperti snorkling dan diving. Disisi lain pemeliharaan kondisi terumbu karang juga menjadi tanggung jawab yang harus dijalani sehingga perlu dilakukan sebuah kegiatan evaluasi kondisi terumbu karang.

Kontributor: Dyah Ayu Sulistyo Rini, S.Kel., M.T.
Tanggal tercipta: 2024-06-13
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210341100024
No Koleksi: 210341100024


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-32033-210341100024-Laporan PKL.pdf - 7531 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar