Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-11-25 15:09:59 • 198 klik
PERBANDINGAN PASANG SURUT DI LAUT MALUKU DENGAN LAUT HALMAHERA PADA MUSIM BARAT DAN PERALIHAN 1
COMPARISON OF TIDES IN THE MALUKU SEA AND THE HALMAHERA SEA DURING THE WEST AND TRANSITIONAL SEASONS 1
disusun oleh Allodya Ashya Kamila Rahmadhani
| Subyek: | PASANG SURUT LAUT OSEANOGRAFI DINAMIK |
| Kata Kunci: | Pasang Surut Laut Maluku Laut Halmahera Musim Barat Musim Peralihan 1 Tidal Analysis |
[ Anotasi Abstrak ]
Pasang surut merupakan salah satu fenomena oseanografi fisik yang paling mendasar, didefinisikan sebagai naik turunnya permukaan air laut secara periodik akibat kombinasi gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari, serta efek rotasi Bumi. Pemahaman mendalam tentang karakteristik pasang surut sangat krusial, terutama bagi navigasi maritim, perencanaan infrastruktur pesisir, hingga pengelolaan sumber daya perikanan. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki pola pasang surut yang sangat kompleks karena lokasinya di antara dua samudra besar, dengan perbedaan karakteristik yang signifikan antar wilayah. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "Perbandingan Pasang Surut di Laut Maluku Dengan Laut Halmahera Pada Musim Barat dan Peralihan 1". Tujuan utama dari PKL ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik dan tipe pasang surut yang terjadi di dua wilayah perairan yang berdekatan namun berbeda, yaitu Laut Maluku dan Laut Halmahera. Analisis difokuskan pada dua periode waktu yang berbeda, yaitu Musim Barat (sekitar Desember-Februari) dan Musim Peralihan I (sekitar Maret-Mei). Kedua laut ini merupakan bagian dari perairan Indonesia Timur yang memiliki dinamika arus dan massa air yang intens. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder, yaitu data pasang surut historis yang diperoleh dari stasiun pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan metode harmonik, di mana konstanta pasang surut (Harmonic Constituents) seperti M2, S2, K1, dan O1 dihitung untuk menentukan rasio bilangan Formzahl (F). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola pasang surut yang mencolok antara Laut Maluku dan Laut Halmahera. Secara umum, Laut Halmahera cenderung didominasi oleh tipe pasang surut tunggal (diurnal) atau campuran cenderung tunggal, dipengaruhi oleh kondisi batimetri dan jalur pergerakan Indonesia Through Flow (Arlindo) yang kompleks. Sebaliknya, Laut Maluku menunjukkan variasi yang lebih luas, seringkali memiliki tipe pasang surut campuran cenderung ganda (mixed semidiurnal), terutama saat Musim Barat, yang mungkin disebabkan oleh pengaruh gelombang pasang dari Samudra Pasifik. Perbandingan ini menegaskan bahwa bahkan di wilayah yang berdekatan, perbedaan Musim dapat memengaruhi dominasi konstanta pasang surut, sehingga diperlukan analisis regional spesifik untuk aplikasi praktis.
Deskripsi Lain
Tides are one of the most fundamental physical oceanographic phenomena, defined the periodic rise and fall of sea level resulting from the combined gravitational forces of the Moon and the Sun, along with the effects of Earths rotation. A deep understanding of tidal characteristics is crucial for maritime navigation, coastal infrastructure planning, and fisheries resource management. Indonesia, an archipelago, possesses highly complex tidal patterns due to its location between two major oceans, exhibiting significant characteristic differences between regions. This Field Work Practice (PKL) report is titled "Tidal Comparison in the Molucca Sea and Halmahera Sea During the West Monsoon and Transition I". The main objective of this PKL was to analyze and compare the tidal characteristics and types occurring in two adjacent but marine areas: the Molucca Sea and the Halmahera Sea. The analysis focused on two different time periods: the West Monsoon (approximately December-February) and Transition I (approximately March-May). Both seas are part of Eastern Indonesian waters, characterized by intense current and water mass dynamics. The method employed was secondary data analysis, utilizing historical tidal data obtained from observation stations. The analysis was performed using the harmonic method, where tidal constants (Harmonic Constituents) such M2, S2, K1, and O1 were calculated to determine the Formzahl number (F) ratio. The analysis results indicated significant differences in tidal patterns between the Molucca Sea and the Halmahera Sea. Generally, the Halmahera Sea tended to be dominated by a single (diurnal) mixed-but-mostly-diurnal tidal type, influenced by complex bathymetry and the path of the Indonesia Through Flow (Arlindo). In contrast, the Molucca Sea exhibited wider variation, often showing a mixed semidiurnal tidal type, particularly during the West Monsoon, which may be due to the influence of tidal waves propagating from the Pacific Ocean. This comparison confirms that even in adjacent regions, seasonal differences can affect the dominance of tidal constituents, thus necessitating specific regional analysis for practical applications.
| Kontributor | : Dr. Maulinna Kusumo Wardhani, S.Kel., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2025-08-12 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220341100043 |
| No Koleksi | : 220341100043 |
Ketentuan (Rights) :
2025
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-38422-220341100043_Laporan PKL.pdf - 16324 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PEMODELAN GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN PULAU BAWEAN, JAWA TIMUR
- Pemodelan Pola Pergerakan Arus Laut di Perairan Pulau Bawean Jawa Timur
- Karakteristik Arus Laut di Perairan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan
- PEMODELAN HIDRODINAMIKA ARUS LAUT STUDI KASUS PERAIRAN TUBAN JAWA TIMUR
- PEMODELAN HIDRODINAMIKA ARUS LAUT STUDI KASUS PERAIRAN POPOH TULUNGAGUNG
Kembali ke Daftar 